TANGERANG — Kasatlantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama mengungkapkan penyidik telah mengantongi identitas kendaraan yang diduga sebagai pelaku tabrak lari terhadap Herman Sulistyo. Dari hasil analisis rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi, polisi mendapati satu unit kendaraan roda enam (R6) jenis Mitsubishi yang diduga kuat terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.
"Prosesnya masih kita lidik, namun ada kendaraan yang kita duga terlibat, dan masih kita dalami," ujar AKP Fery di Tangerang, Kamis.
Polisi Belum Pastikan Pelaku, Lima Saksi Diperiksa
Meski kendaraan sudah teridentifikasi, pihak kepolisian belum menyimpulkan truk Mitsubishi tersebut sebagai pelaku penabrakan. Tim penegak hukum Satlantas Polresta Tangerang masih mendalami dan menganalisis alat bukti dari peristiwa yang terjadi di wilayah Cikupa itu.
"Saat ini masih kita proses lidik dari kejadian itu," kata AKP Fery. Untuk mempercepat pengungkapan kasus, penyidik telah memeriksa lima orang sebagai saksi. "Sudah, sekarang ada lima orang kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi," ujarnya.
Kronologi: Truk Melarikan Diri Usai Tabrak Penggoes Sepeda
Berdasarkan kronologis awal, dugaan tabrak lari terjadi pada Minggu (7/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sebuah truk yang tidak dikenal melaju dari arah Bitung menuju Cikupa. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan tersebut diduga menabrak Herman yang sedang menggoes sepeda hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi.
"Kendaraan truk ini melarikan diri, di mana datang dari arah Bitung menuju arah Cikupa sesampainya di TKP, terlibat kecelakaan lalu lintas dengan penggoes sepeda oleh Herman, akibat dari peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut meninggal dunia," terang AKP Fery.
Korban Dievakuasi, Polisi Koordinasikan Santunan Jasa Raharja
Setelah kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk dilakukan pemeriksaan atau visum sebagai langkah penyelidikan lanjutan. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP guna mencari bukti dan petunjuk tambahan atas peristiwa yang menewaskan tokoh Pramuka Tangerang Raya tersebut.
"Kita juga koordinasi dengan Jasa Raharja untuk percepatan klaim atau santunan," ujar Kasatlantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama.