Pencarian

IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Purbaya Sebut Rumor Downgrade S&P Jadi Pemicu

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:26:01 WIB
IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Purbaya Sebut Rumor Downgrade S&P Jadi Pemicu
IHSG anjlok 4,11% ke level 5.941 pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2024.

BANTEN — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa anjloknya IHSG disebabkan oleh memburuknya kondisi fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, indikator makroekonomi seperti inflasi dan penerimaan pajak masih menunjukkan kinerja yang solid.

"Karena banyak isu-isu negatif," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Rumor S&P Jadi Pemicu Utama Kepanikan Pasar

Purbaya secara spesifik menyebut salah satu rumor yang beredar adalah kabar bahwa lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akan menurunkan peringkat kredit Indonesia. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan akan bertemu dengan pihak S&P pada malam hari untuk mengklarifikasi.

"Ada rumor S&P akan mendowngrade (peringkat kredit Indonesia). Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," kata Purbaya.

Fundamental Ekonomi dan Daya Beli Dinilai Masih Kuat

Menkeu merinci sejumlah data yang menunjukkan fundamental ekonomi tetap terjaga. Inflasi disebut masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Selain itu, penerimaan pajak pada Mei lalu juga tercatat masih tumbuh, yang menjadi indikator aktivitas bisnis yang sehat.

"Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang," ujar Purbaya.

Ia juga mencontohkan daya beli masyarakat yang masih kuat, terlihat dari ramainya aktivitas di tempat hiburan dan hotel di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan domestik masih solid dan menjadi penopang utama perekonomian.

Data Perdagangan: 692 Saham Terkoreksi dalam Satu Sesi

Tekanan jual sangat dominan pada sesi perdagangan Rabu. Data dari RTI Infokom menunjukkan total transaksi mencapai Rp25,21 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 40,06 miliar lembar. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham yang berhasil menguat, sementara 692 saham lainnya terkoreksi dan 54 saham stagnan.

Meski enggan memprediksi level IHSG ke depan, Purbaya memastikan pemerintah akan fokus menjaga sentimen pasar dan fundamental ekonomi. "Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks