BANTEN — Kemenangan di Mugello menjadi yang ketiga bagi Bezzecchi musim ini. Ia finis terdepan setelah melewati pertarungan sengit dengan Francesco Bagnaia yang sempat memimpin balapan selama belasan putaran di depan publik sendiri.
Strategi Balap Bezzecchi: Sabar Menunggu, Lalu Menyerang di Lap Kritis
Bagnaia langsung tancap gas sejak start dan merebut posisi terdepan dari Bezzecchi di lap ketiga. Namun, Bezzecchi tidak panik. Ia terus menempel ketat di posisi kedua sambil mengatur ban untuk serangan di paruh kedua balapan.
Strategi itu berbuah manis. Memasuki lap ke-11, Bezzecchi melancarkan serangan balik dan kembali mengambil alih pimpinan balapan. Dua putaran kemudian, Jorge Martin juga berhasil menyalip Bagnaia yang mulai kehilangan momentum.
Nasib Marc Marquez dan Kesalahan Fatal Raul Fernandez
Marc Marquez mengalami hari yang berat di Mugello. Pebalap senior Gresini Racing itu terus kehilangan posisi di barisan depan, dilewati oleh Ai Ogura, Fabio Di Giannantonio, hingga Pedro Acosta. Ia akhirnya finis di urutan ketujuh.
Sementara itu, Raul Fernandez yang start dari posisi kedua harus melorot ke barisan belakang setelah melakukan kesalahan fatal di Tikungan 1 pada lap pembuka. Insiden itu langsung mengubur peluangnya untuk bersaing di papan atas.
Klasemen Sementara: Tiga Besar Makin Menjauh
Persaingan di posisi lima besar klasemen sementara MotoGP 2026 menunjukkan ketatnya perburuan gelar juara dunia. Bezzecchi memimpin dengan 173 poin, disusul Jorge Martin di peringkat kedua dengan 156 poin.
Meski hanya finis ketiga di Mugello, Francesco Bagnaia berhasil menjauh dari Marc Marquez di klasemen. Pebalap Ducati itu kini duduk di peringkat ketujuh, sementara Marquez harus puas bertahan di posisi kelima setelah gagal finis di podium.
Seri Berikutnya: Momentum atau Ancaman bagi Bezzecchi?
Keunggulan 17 poin belum aman bagi Bezzecchi. Dengan sisa 12 seri musim ini, Jorge Martin dan Pedro Acosta diprediksi masih bisa memberi perlawanan sengit. Apalagi, dua seri berikutnya akan berlangsung di sirkuit yang lebih ramah bagi Ducati dan KTM.
Namun, jika Bezzecchi mampu mempertahankan konsistensi seperti di Mugello, gelar juara dunia MotoGP 2026 bukan lagi sekadar mimpi bagi pebalap asal Italia tersebut.