BANTEN — Penangkapan terjadi saat Sterling mengendarai Lamborghini di jalur selatan M3, dekat Minley Interchange. Mobilnya menabrak pembatas jalan, namun tidak ada korban luka. Polisi Hampshire yang tiba di lokasi langsung mengamankan pemain berusia 31 tahun itu.
Dua Jam yang Mengubah Segalanya
Polisi mendapati Sterling dalam kondisi tidak stabil. Ia ditahan dengan empat tuduhan: mengemudi dalam pengaruh narkoba, mengemudi berbahaya, kepemilikan obat kelas C, dan menolak memberikan sampel tes.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 09.00,” kata juru bicara kepolisian. “Tidak ada kendaraan lain yang terlibat. Yang bersangkutan telah dibebaskan dengan jaminan sementara penyelidikan berjalan.”
Dari Puncak ke Jurang Psikologis
Sumber terdekat Sterling menggambarkan kondisi mental pemain itu sudah sangat rapuh. Dua tahun terakhir disebut sebagai periode paling berat dalam hidupnya.
“Tekanan psikologis yang ia alami tak terukur. Ia diisolasi. Setiap kali menyentuh bola, ia disebut gagal dan habis. Diejek, dicemooh,” kata sumber tersebut kepada PA Media.
Sumber itu menambahkan Sterling pindah ke Feyenoord, Belanda, demi melarikan diri dari tekanan dan menemukan kembali kecintaannya pada sepak bola. Tapi negativitas terus membuntuti.
Sterling: Korban Rasisme dan Media yang Tidak Adil
Sepanjang kariernya, Sterling kerap menjadi sasaran pelecehan rasial. Ia bahkan pernah menuding media Inggris membantu “menyuburkan rasisme” dengan liputan yang lebih keras terhadap pemain kulit hitam ketimbang pemain kulit putih.
Kepergiannya dari Chelsea pada Januari lalu dengan kesepakatan bersama menandai titik nadir. Saat itu ia masih terikat kontrak 18 bulan dengan gaji 325.000 pound per pekan, namun performanya dinilai mengecewakan.
“Pemain Sekarang Dianggap Sekali Pakai”
Sumber terdekat Sterling menyoroti perlakuan klub terhadap pemain yang sudah tidak dianggap “layak pakai”.
“Bagaimana seorang pemain internasional Inggris yang produktif, yang membawa skuad Garuda ke level tinggi selama satu dekade, bisa dibuat merasa tak berharga? Terlupakan,” ujarnya.
Sumber itu juga menekankan Sterling baru ditahan “atas dasar dugaan”. Belum ada bukti zat terlarang dalam tubuhnya. Polisi masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.