Pencarian

Pemkab Lebak Dorong Tambak Udang Vaname di Pesisir Binuangeun, Target Rp Miliaran per Siklus Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 • 23:30:43 WIB
Pemkab Lebak Dorong Tambak Udang Vaname di Pesisir Binuangeun, Target Rp Miliaran per Siklus Panen
Petani tambak udang vaname di Binuangeun tengah memanen hasil budi daya dengan nilai ekonomi miliaran rupiah per siklus.

LEBAK — Udang vaname kini menjadi primadona baru bagi warga pesisir Binuangeun. Pasalnya, dalam satu siklus panen yang hanya berlangsung tiga bulan, nilai rupiah yang bergulir dari setiap klaster tambak bisa mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, menyebut permintaan pasar yang tinggi menjadi alasan utama pemerintah daerah mendorong budi daya ini. Harga udang vaname saat ini berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, tergantung ukuran.

“Kami minta warga pesisir dapat mengembangkan klaster tambak budi daya udang vaname, selain ikan tangkapan, guna meningkatkan pendapatan ekonomi mereka,” kata Winda di Lebak, Sabtu.

Hasil Panen 25 Ton per Lahan 2.000 Meter Persegi

Setiap area tambak seluas 2.000 meter persegi mampu memproduksi sekitar 25 ton udang vaname per siklus. Dengan harga pasar saat ini, pendapatan kotor dari satu lahan bisa menembus angka Rp3 miliar lebih.

Hasil panen sebagian besar dipasok ke Jakarta dan Tangerang. Winda optimistis pengembangan klaster ini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat pesisir, termasuk membuka lapangan kerja baru.

Mengapa Udang Vaname Jadi Andalan Baru?

Budi daya udang vaname dinilai lebih cepat menghasilkan dibandingkan sektor perikanan tangkap. Dalam tiga bulan, pembudidaya sudah bisa memanen, sementara nelayan harus bergantung pada musim dan cuaca.

Pemkab Lebak juga mendorong warga untuk membentuk klaster-klaster tambak agar pengelolaan lebih efisien. Selain meningkatkan pendapatan, keberadaan tambak ini diyakini bisa mendorong wisata perikanan di kawasan pesisir Binuangeun.

“Keberadaan klaster budi daya tambak udang itu memberikan multi efek cukup besar terhadap pendapatan ekonomi masyarakat pesisir, juga dapat mendorong wisata perikanan,” ujar Winda.

Berapa Potensi Pendapatan per Tahun?

Dengan siklus panen tiga bulan, dalam setahun pembudidaya bisa memanen hingga empat kali. Jika satu lahan seluas 2.000 meter persegi menghasilkan 25 ton per siklus, total produksi tahunan bisa mencapai 100 ton per lahan.

Nilai ekonominya pun berlipat. Dengan harga rata-rata Rp135 ribu per kilogram, pendapatan kotor tahunan dari satu lahan saja bisa mencapai Rp13,5 miliar. Angka ini belum termasuk biaya operasional dan perawatan tambak.

Minat masyarakat pesisir untuk mengembangkan tambak udang vaname disebut cukup besar. Pemkab Lebak pun terus mendorong perluasan area budi daya di sepanjang pesisir selatan Banten.

Apa yang Membuat Harga Udang Vaname Stabil Tinggi?

Permintaan udang vaname dari pasar Jakarta dan Tangerang disebut tidak pernah surut. Udang ini menjadi bahan baku utama industri makanan olahan dan restoran seafood di dua kota besar tersebut.

Dengan jaminan pasar yang jelas, risiko kerugian bagi pembudidaya pun lebih kecil. Pemkab Lebak berharap pengembangan ini bisa menjadi solusi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.

“Kami optimistis pengembangan tambak udang vaname meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Winda menegaskan.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks