PANDEGLANG — Muhamad Farhan Al Baihakki, bayi laki-laki asal Kampung Situgaru RT 04 RW 01, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, membutuhkan uluran tangan para donatur. Ia lahir dengan kelainan usus yang berada di luar perut, kondisi yang dalam istilah medis disebut gastroschisis dan omfalokel.
Tanpa penanganan medis segera, nyawa Farhan terancam. Operasi menjadi satu-satunya jalan, namun biayanya jauh di luar jangkauan keluarga.
Penghasilan Buruh Gembala Tak Cukup untuk Biaya Operasi
Sohani, ayah Farhan, menggembalakan kambing milik tetangga dengan upah harian yang tak pasti. Ia mengaku pendapatan dari pekerjaan itu hanya cukup untuk makan sehari-hari, tak pernah lebih.
"Kami merasa bingung untuk biaya menjalani operasi, karena tak memiliki uang," kata Sohani di Pandeglang, Minggu.
Farhan merupakan anak ketiga Sohani. Kelahirannya yang tidak sempurna membuat keluarga kecil itu jatuh dalam tekanan ekonomi dan psikologis. Istri Sohani juga tak bisa bekerja karena harus merawat Farhan yang membutuhkan perhatian ekstra.
Apa Itu Gastroschisis dan Omfalokel?
Gastroschisis adalah kelainan bawaan di mana dinding perut bayi tidak menutup sempurna, menyebabkan usus dan organ lain keluar melalui lubang di dekat pusar. Omfalokel adalah kondisi serupa, namun organ keluar melalui pangkal tali pusat.
Kedua kondisi ini memerlukan tindakan operasi rekonstruksi sesegera mungkin untuk mengembalikan organ ke rongga perut dan menutup dinding perut. Jika terlambat, risiko infeksi dan kematian sangat tinggi.
Kontak Donasi Langsung ke Orang Tua
Masyarakat yang ingin membantu biaya pengobatan dan operasi Farhan dapat menyalurkan donasi melalui kontak langsung keluarga. Sohani dan istrinya berharap ada pihak-pihak baik yang tergerak hati.
"Kami hanya bisa berdoa dan berusaha, tapi tanpa bantuan orang-orang baik, sulit sekali untuk melanjutkan pengobatan Farhan," ujar Sohani.
Untuk koordinasi bantuan, silakan hubungi nomor 0838-7574-1532 milik orang tua kandung Muhamad Farhan Al Baihakki.