TANGERANG SELATAN — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten menggelar Ordinary Congress atau kongres tahunan di Tangerang Selatan pada Rabu (13/5). Kongres ini menjadi tahapan organisasi yang wajib ditempuh sebelum memasuki agenda pemilihan kepengurusan baru.
Ketua Asprov PSSI Banten, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa kongres tahunan ini membahas pengangkatan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Kedua komite ini akan menjadi garda depan dalam proses suksesi kepemimpinan organisasi sepak bola di Banten.
Pemilihan Ketua Asprov PSSI Banten Tunggu Arahan Pusat
Pilar menjelaskan bahwa masa jabatannya sebagai Ketua Asprov PSSI Banten akan berakhir pada 15 Juni 2026. Namun, tahapan pemilihan ketua berikutnya masih menunggu arahan resmi dari PSSI Pusat melalui mekanisme extraordinary congress atau kongres luar biasa.
"Kalau pemilihan nanti extraordinary congress, kami menunggu arahan lebih lanjut dari PSSI. Hari ini merupakan tahapan wajib berupa ordinary congress," ujar Pilar dalam sambutannya.
Ia juga berterima kasih kepada Sekjen PSSI, Ketua DPRD Provinsi Banten, Kadispora Provinsi Banten, Ketua KONI Banten, serta seluruh pengurus yang hadir. Menurutnya, kehadiran jajaran pengurus pusat PSSI menjadi motivasi tambahan untuk semakin serius membangun sepak bola di Banten.
Dua Klub Banten Siap Tembus Kompetisi Nasional
Dalam kesempatan itu, Pilar menyebutkan dua klub asal Banten yang akan mengikuti drawing kompetisi nasional, yakni Nathan Lebak dan Harin Tangerang Selatan. Targetnya jelas: meraih prestasi terbaik dan menjadi juara umum.
"Kami berharap bisa menunjukkan prestasi terbaik. Kalau bisa tentu menjadi juara umum," ucapnya optimistis.
Apresiasi Pusat: Program Pembinaan Berjalan Aktif
Sekretaris Jenderal PSSI Pusat, Yunus Nusi, mengapresiasi kinerja PSSI Banten yang dinilai aktif menjalankan berbagai program pembinaan. Menurutnya, sejumlah agenda seperti Liga 4, turnamen Suratin, pelatihan pelatih, hingga pelatihan wasit telah berjalan dengan baik.
"PSSI Banten secara keseluruhan menyelenggarakan seluruh program yang digelontorkan oleh PSSI Pusat dengan baik," kata Yunus.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten dalam mendorong kemajuan organisasi sepak bola daerah.
Infrastruktur Stadion Melimpah, Pemain Muda Banten Ditargetkan Tembus Timnas
Yunus menilai Banten memiliki potensi besar karena didukung infrastruktur stadion yang cukup banyak. Ia berharap pembinaan usia muda terus diperkuat agar semakin banyak pemain asal Banten mampu menembus Tim Nasional Indonesia.
"Kita berharap ke depan semakin banyak anak-anak muda dari Banten menjadi pemain Timnas," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah memberikan dukungan nyata kepada klub-klub lokal, terutama terkait akses penggunaan lapangan dan stadion dengan biaya terjangkau. "Jangan terlalu mahal lah penggunaan stadion untuk klub-klub. Mereka banyak berjuang memakai uang pribadi untuk membina sepak bola," tandasnya.