KABUPATEN TANGERANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung saat informasi ini disusun. Berdasarkan data sementara, sebanyak 20 gudang telah terbakar.
Petugas juga melakukan pembasahan terhadap bangunan di sekitar titik kebakaran untuk mencegah api meluas ke gudang berikutnya.
"Yang sudah terbakar itu sebanyak 20, tinggal saat ini teman-teman sedang membasahi gudang-gudang yang belum terbakar, mudah-mudahan tidak terbakar ya, supaya perambatannya enggak sampai ke gudang berikutnya gitu," kata Taufik.
Empat Unit Damkar Dikerahkan, Bantuan Datang dari Bandara Soekarno-Hatta
BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran ini. Bantuan tambahan datang dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan pengelola Kawasan Pergudangan Kosambi Permai yang turut mengirim armada pemadam ke lokasi.
Sejumlah armada dari pos pemadam kebakaran di Mauk, Pasar Kemis, Sepatan, dan Kosambi juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
"Dan sekarang lagi dalam perjalanan armada tambahan dari pos damkar terdekat dari pos damkar Mauk, Pasar Kemis, Sepatan dan Kosambi," kata Taufik.
Gudang Ambruk, Jenis Barang yang Terbakar Belum Diketahui
Petugas masih kesulitan mengetahui jenis gudang maupun barang yang tersimpan di dalamnya. Sebab, sebagian besar bangunan yang terbakar telah mengalami keruntuhan.
"Karena pada saat itu kondisi gudang sudah ambruk. Jadi belum ketahuan nih gudang-gudang apa, isinya juga udah kebakar gitu," ungkapnya.
Hingga proses pemadaman berlangsung, BPBD Kabupaten Tangerang belum menerima laporan adanya korban meninggal dunia maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Taufik menyebut pihaknya sementara ini masih fokus pada penanganan di lapangan.
"Sementara ini kami masih fokus dalam penanganan. Untuk penyebab masih belum ditemukan," tuturnya.
Warga di sekitar kawasan pergudangan diminta tetap waspada selama proses pemadaman dan pembasahan berlangsung, terutama karena lokasi berada di jalur padat kendaraan besar menuju kawasan Kosambi.