Pencarian

Ribuan Jamaah Padati Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom Kota Tangerang, Habaib Serukan Akhlak Rasulullah

Senin, 24 Agustus 2026 • 10:46:31 WIB
Ribuan Jamaah Padati Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom Kota Tangerang, Habaib Serukan Akhlak Rasulullah
Ribuan jamaah memadati area Ponpes Miftahul Huda Annidzom, Kota Tangerang, untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

TANGERANG — Lantunan sholawat menggema di Jalan KH Hasyim Ashari, Gang H. Pendek, Kecamatan Pinang, saat ribuan jamaah bersama puluhan habaib mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Miftahul Huda Annidzom, Kota Tangerang. Kegiatan yang digelar pada 10 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu berlangsung khidmat, diisi pembacaan maulid, hadroh, serta tausiyah agama.

Ketua penyelenggara, Nanang Kosim, menegaskan bahwa peringatan kali ini bukan sekadar ritual tahunan. Menurutnya, perjalanan hidup Rasulullah mengajarkan keteguhan prinsip, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama—nilai yang relevan untuk diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari.

Kecintaan kepada Nabi Tidak Cukup dengan Seremoni

Dalam tausiyahnya, Al-Habib Syafiq bin Ali Ridho bin Syech Abu Bakar bin Salim mengingatkan jamaah agar makna cinta kepada Rasulullah tidak berhenti pada ucapan atau peringatan seremonial belaka. Ia menekankan bahwa keteladanan Nabi harus tercermin dalam akhlak dan cara umat menjalani kehidupan.

“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan mengikuti akhlak, sunah dan risalahnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nurdin, ketua rombongan Majelis Taklim Miftahul Ilmi Pinggir Rawa Nerogtog, yang akrab disapa Midun.

Pesan tersebut dinilai relevan di tengah derasnya tantangan moral, sosial, dan budaya yang dihadapi masyarakat urban seperti Tangerang. Keteladanan Rasulullah disebut menjadi rujukan etis untuk membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.

Puluhan Pesantren dan Majelis Taklim Hadir dari Berbagai Daerah

Semarak acara terlihat dari banyaknya rombongan yang datang. Nurdin menyebut kehadiran mereka merupakan ikhtiar memperkuat keimanan sekaligus menjalin silaturahmi antarjamaah.

“Acara ini dihadiri oleh puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai daerah. Kami datang bersama jamaah Miftahul Ilmi untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti majelis dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ia menambahkan, Maulid Nabi bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah. Lebih dari itu, risalah dan akhlak Rasulullah harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks.

Pesantren Jadi Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Annidzom, KH Aminuddin Qhutbi, berharap peringatan ini mampu menyatukan ukhuwah Islamiyah yang dibalut keimanan dan ketakwaan. Ia menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan pegangan yang teguh terhadap agama yang agung dan sosok Nabi yang mulia, agar kehidupan kita senantiasa mendapatkan tuntunan dan terhindar dari fitnah-fitnah akhir zaman,” tuturnya.

Menurut KH Aminuddin, generasi muda membutuhkan pemahaman keagamaan yang tidak hanya normatif, tetapi mampu diterjemahkan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai dari perjalanan hidup Rasulullah diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter, integritas, dan kepedulian sosial.

Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom menjadi ruang pertemuan bagi ulama, kiai, habaib, santri, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah. Selain memperkuat dimensi spiritual, kegiatan ini juga merawat tradisi keagamaan yang telah mengakar di masyarakat Banten dan sekitarnya.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fixsnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks