CILEGON — Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan pemerintah kota harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan jajarannya untuk tidak terjebak pada rutinitas birokrasi yang hanya mengejar target surat-menyurat dan laporan pertanggungjawaban.
“Pembangunan yang kita lakukan harus bermuara kepada masyarakat. Jangan sampai apa yang kita kerjakan hanya selesai secara administrasi, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat,” kata Robinsar dalam sambutannya di hadapan para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkot Cilegon.
Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Laporan Selesai
Robinsar menyebut, selama ini aparatur sering kali terlalu fokus pada penyelesaian dokumen perencanaan dan pelaporan. Padahal, esensi dari sebuah program pembangunan adalah perubahan kondisi sosial dan ekonomi warga di lapangan.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan pemerintahan adalah ketika masyarakat secara langsung merasakan kehadiran negara melalui kebijakan yang dijalankan. “Ukuran keberhasilan pemerintah adalah ketika masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengevaluasi kembali efektivitas program yang tengah berjalan. Robinsar meminta agar setiap dinas tidak hanya berpatokan pada realisasi anggaran, tetapi juga pada kualitas manfaat yang diterima kelompok sasaran.
Peringatan HUT ke-81 Jadi Momentum Evaluasi Kinerja
Upacara yang digelar di Alun-Alun Kota Cilegon tersebut turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para kepala perangkat daerah. Momen peringatan kemerdekaan ini dimanfaatkan Robinsar untuk mengingatkan kembali semangat pengabdian kepada masyarakat.
Robinsar menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur fisik maupun program pemberdayaan harus berjalan beriringan. Ia meminta agar setiap proyek yang dikerjakan tidak meninggalkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Jangan sampai ada program yang hanya bagus di atas kertas. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan janji atau sekadar seremoni,” ujarnya menambahkan.
Dorong Birokrasi Cepat Tanggap dan Inovatif
Dalam kesempatan itu, Robinsar juga mendorong jajaran birokrasi untuk lebih inovatif dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Ia meminta agar para pejabat berani mengambil keputusan cepat tanpa harus menunggu instruksi berlapis.
Ia mencontohkan, jika ditemukan masalah di tengah masyarakat, maka solusi harus segera dihadirkan. Birokrasi, lanjutnya, harus menjadi solusi, bukan justru menjadi penghambat jalannya pembangunan.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di usia kemerdekaan yang ke-81, pelayanan publik harus semakin berkualitas. Robinsar berharap seluruh elemen pemerintahan di Cilegon mampu mewujudkan pembangunan yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan warga.