Pencarian

KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, Kemenhub Kerahkan Tim SAR dan Broadcast MAYDAY

Kamis, 13 Agustus 2026 • 18:11:31 WIB
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, Kemenhub Kerahkan Tim SAR dan Broadcast MAYDAY
KMP Putri Yasmin dilaporkan terbakar di perairan Selat Lombok, Kemenhub mengaktifkan prosedur tanggap darurat.

BANTEN — Insiden bermula saat kapal yang melayani rute Padangbai–Lembar itu dilaporkan terbakar di tengah perjalanan. Begitu laporan diterima, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat, termasuk memancarkan siaran berita marabahaya ke seluruh kapal yang melintasi Selat Lombok.

Broadcast MAYDAY dan Mobilisasi Armada Pertolongan

Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, menjelaskan bahwa informasi darurat disiarkan sebanyak tiga kali melalui Vessel Traffic Services (VTS) Benoa dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Padangbai. "Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya atau broadcast MAYDAY sebanyak tiga kali," ujarnya.

MAYDAY merupakan sinyal darurat internasional yang menandakan kapal dalam kondisi mengancam keselamatan dan membutuhkan bantuan segera. Setelah siaran tersebut, VTS Benoa berkoordinasi dengan VTS Lembar untuk memperluas jangkauan informasi, sementara Kantor SAR Denpasar mengerahkan unit RIB Nusa Penida menuju titik kejadian.

Kapal Niaga di Sekitar Lokasi Ikut Evakuasi

Respons cepat tidak hanya datang dari aparat. Berdasarkan pemantauan SROP Padangbai dan VTS Lembar, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi langsung mengubah haluan untuk memberikan bantuan awal. Beberapa di antaranya adalah Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.

"Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan," kata I Ketut Aries Nakula Mandiana. Kehadiran kapal niaga ini menjadi krusial dalam mempercepat evakuasi sebelum armada SAR resmi tiba di lokasi.

Koordinasi Lintas Wilayah dari Sisi Lembar

Dari sisi barat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar turut memperkuat penanganan. Kepala KSOP Kelas II Lembar, Syamsurizal, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan tim SAR NTB dan unsur maritim lainnya untuk mendukung evakuasi dari wilayah Lembar. "Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar," jelasnya.

Hingga informasi ini disampaikan, VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar masih melakukan pemantauan secara real-time. Mereka juga membantu mengatur komunikasi lalu lintas kapal di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan aman dan tidak menghambat jalur pelayaran lain.

Kemenhub Pastikan Keselamatan Prioritas Utama

Kemenhub memastikan perkembangan terbaru terkait insiden ini akan disampaikan secara berkala berdasarkan informasi resmi yang terkonfirmasi dari lapangan. Untuk pengguna jasa penyeberangan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, Kemenhub kembali mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Insiden ini menjadi ujian bagi protokol keselamatan pelayaran domestik, khususnya di jalur padat Padangbai–Lembar yang menghubungkan Bali dan Nusa Tenggara Barat. Efektivitas koordinasi antarinstansi dan kesigapan kapal niaga akan menentukan cepatnya penanganan serta keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks