TANGERANG SELATAN — Padamnya aliran listrik selama kurang lebih dua jam di Kota Tangerang Selatan pada Senin (3/8/2026) dini hari menyisakan pekerjaan rumah besar bagi para pemangku kepentingan. Insiden yang mulai terjadi pukul 04.59 WIB dan pulih bertahap hingga pukul 07.00 WIB itu berdampak langsung pada aktivitas ekonomi yang baru dimulai, menjadikannya uji nyata ketahanan kota modern terhadap gangguan infrastruktur.
PT PLN (Persero) menyebut gangguan berasal dari jalur suplai GI Gandul menuju Cirendeu. Wilayah yang sempat gelap antara lain Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Bintaro, Cirendeu, Rempoa, Jombang, hingga Pondok Cabe.
UMKM dan Transaksi Digital Jadi Titik Rawan Saat Listrik Padam
Dampak paling terasa saat pemadaman terjadi justru dialami oleh pelaku usaha kecil. Ribuan UMKM di Tangerang Selatan yang mengandalkan mesin produksi, pendingin, hingga sistem pembayaran digital terpaksa menghentikan operasional sementara.
Ketergantungan pada transaksi non-tunai memperparah situasi. Saat listrik dan jaringan internet terputus, pembayaran melalui QRIS maupun kartu elektronik ikut lumpuh, sehingga banyak warung dan toko kecil tidak bisa melayani pelanggan.
Fasilitas Publik Belum Merata Miliki Sumber Listrik Cadangan
Tidak semua fasilitas pelayanan publik di kota dengan pertumbuhan ekonomi pesat ini memiliki genset. Rumah sakit besar umumnya telah dilengkapi perangkat cadangan, namun kesiapan serupa belum tentu dimiliki sekolah, puskesmas, atau kantor pelayanan skala kecil.
Kondisi ini kontras dengan perkembangan Tangerang Selatan dalam satu dekade terakhir yang bertransformasi menjadi pusat bisnis, kawasan pendidikan, dan permukiman modern. Semakin modern sebuah kota, semakin besar pula ketergantungannya pada pasokan energi yang andal.
Informasi Gangguan Dinilai Masih Lambat Diterima Warga
Aspek lain yang menjadi sorotan adalah komunikasi publik. Informasi mengenai gangguan listrik umumnya baru diketahui warga setelah pemadaman terjadi, menyulitkan mereka untuk menyiapkan langkah antisipasi seperti menyelesaikan transaksi atau mengamankan peralatan elektronik.
Pemadaman singkat ini seharusnya tidak dipandang sebagai gangguan teknis semata. Peristiwa tersebut merupakan momentum evaluasi bagi PLN dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memperkuat jalur distribusi, meningkatkan sistem informasi pelanggan, dan mengaudit kesiapan sumber listrik cadangan di seluruh fasilitas publik.
Ketahanan infrastruktur kini menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kota, sejajar dengan hadirnya gedung-gedung baru atau meningkatnya investasi. Tangerang Selatan perlu menyusun skenario penanganan gangguan yang lebih matang agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap berputar dalam kondisi apa pun.