TANGERANG — BPBD Kota Tangerang memastikan kesiapan logistik air bersih jauh sebelum kemarau mencapai puncaknya. Sebanyak 20 armada pengangkut air dan lima unit tangki cadangan disiapkan untuk dikerahkan ke titik-titik yang mengalami krisis air bersih.
“Kami mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyiapkan 20 armada bantuan air bersih dan 5 tangki air yang nanti akan dikirimkan ke wilayah yang membutuhkan. Berdasarkan laporan dari BMKG menunjukkan, ada beberapa kecamatan yang termasuk zona waspada kekeringan seperti Cipondoh, Pinang, Benda dan Tangerang,” ujar Mahdiar, Senin (3/8/26).
Normalisasi Pintu Air untuk Perkuat Debit
Di luar pendistribusian air, Pemkot Tangerang juga bergerak pada sisi infrastruktur. Normalisasi muka pintu air tengah dilakukan untuk meningkatkan daya tampung debit air baku.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, upaya ini bertujuan memastikan ketersediaan air baku tetap bisa dimanfaatkan masyarakat saat kemarau menggerus sumber air permukaan. Ia menyebut mitigasi ini bagian dari antisipasi terhadap dampak yang lebih luas, termasuk kebakaran lahan.
Wali Kota: Mitigasi Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Instruksi tegas disampaikan Sachrudin dalam Rapat Evaluasi Bulanan di Puspem Kota Tangerang. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi agar respons terhadap bencana kekeringan dan kebakaran bisa berjalan cepat.
“Kami memanfaatkan rapat evaluasi bulanan tadi untuk meningkatkan sinergi semua lapisan terutama untuk mematangkan mitigasi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama puncak musim kemarau berlangsung mulai dari kebakaran sampai kekeringan di sejumlah wilayah,” tambah Sachrudin.
Warga Diminta Hemat Air dan Tidak Bakar Sampah
Partisipasi warga menjadi kunci utama dalam menghadapi masa kritis ini. Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk mengubah kebiasaan kecil yang berdampak besar pada ketersediaan air dan risiko kebakaran.
“Kami mengajak semua masyarakat turut bergerak bersama-sama memitigasi ancaman kekeringan di tengah puncak musim kemarau ini dengan menghindari aktivitas yang dapat merugikan sesama seperti menggunakan air secara berlebihan sampai membakar sampah yang dapat menyebabkan kebakaran dan lainnya,” tandasnya.
Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi dampak puncak musim kemarau, baik dari sisi ketersediaan air bersih maupun pencegahan kebakaran. Masyarakat di empat kecamatan zona waspada diharapkan segera melaporkan keluhan kekeringan ke posko BPBD setempat agar bantuan dapat segera disalurkan.