BANTEN — Desa yang berada di kawasan perbukitan ini memiliki puluhan rumah adat yang rentan terhadap pergeseran tanah dan hujan deras. Fadli, dalam kunjungannya, menyebut kondisi geografis menjadi tantangan utama yang harus segera diantisipasi. “Melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara, kami akan melihat apa saja yang dapat kita lakukan bersama berbagai pihak,” ujarnya.
Fokus pada Mitigasi Bencana dan Perkuatan Struktur Bangunan
Pemerintah tidak hanya akan merawat bangunan secara fisik, tetapi juga memastikan sistem mitigasi bencana terintegrasi dengan tata ruang desa. Fadli menekankan bahwa upaya pelestarian harus berjalan seiring dengan adaptasi terhadap perubahan iklim. Rumah adat di Hiliamaetaniha merupakan warisan arsitektur kayu khas Nias yang telah bertahan selama berabad-abad.
Menurut Fadli, nilai budaya yang melekat pada desa ini tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat setempat. Ia mengapresiasi warga yang masih setia menjaga tradisi, mulai dari rumah adat hingga ritual lompat batu. “Meskipun berada di kawasan perbukitan dengan berbagai tantangan, adat, budaya, dan tradisi di sini tetap hidup,” katanya.
Tradisi Lisan dan Ritual Adat Juga Masuk Prioritas Pelestarian
Fadli menambahkan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada bangunan fisik. Tarian adat, tradisi lisan, dan sistem kepercayaan lokal juga harus didokumentasikan dan diwariskan ke generasi muda. Desa Hiliamaetaniha dinilai menjadi contoh nyata bagaimana komunitas adat mampu mempertahankan identitas di tengah tekanan alam dan modernisasi.
Dalam kunjungan itu, Fadli didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara Sukronedi. Tim akan memetakan rumah adat mana yang membutuhkan perbaikan struktural paling mendesak.
Balai Pelestarian Kebudayaan Segera Turun ke Lapangan
Langkah teknis selanjutnya adalah identifikasi kerusakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara. Pemerintah pusat akan menyelaraskan program ini dengan skema pendanaan desa adat dan dana alokasi khusus kebudayaan. Fadli berjanji prosesnya tidak akan berlarut-larut mengingat ancaman cuaca ekstrem yang terus meningkat.
Desa Adat Hiliamaetaniha sendiri telah dikenal sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Sumatra Utara. Jika kerusakan tidak segera ditangani, bukan hanya bangunan yang hilang, melainkan juga pengetahuan tradisional tentang konstruksi rumah adat yang diwariskan secara lisan. Fadli menegaskan, pemerintah akan memastikan intervensi dilakukan tanpa mengubah keaslian arsitektur dan tata nilai masyarakat adat setempat.