PANDEGLANG — Warga Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang selama dua bulan terakhir bertahan dengan air sungai yang keruh. Sumber air bersih di sekitar permukiman mengering total. "Kami mengalami krisis air bersih sudah berlangsung dua bulan. Ini terjadi karena sumber air bersih mengalami kekeringan akibat kemarau," kata Siti Rohimah, salah seorang warga, kepada Polres Pandeglang saat bantuan tiba.
Menurut Siti, warga terpaksa menempuh jarak cukup jauh ke sungai untuk mengambil air. Namun kualitas air dari sungai itu kurang bersih. "Itu juga airnya kurang bersih. Tapi kalau bantuan ini kan bersih, jadi lumayan untuk memenuhi kebutuhan masak beberapa hari ke depan. Kami tidak harus membeli atau mengambil air ke sungai," ujarnya.
Polres Turunkan 3 Mobil Tangki
Polres Pandeglang merespons keluhan warga dengan mengirimkan bantuan air bersih. Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi menyatakan penyaluran dilakukan bersama sejumlah stakeholder untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musim kemarau. "Hari ini Polres Pandeglang bersama stakeholder terkait melaksanakan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," katanya didampingi Wakapolres Kompol Yudha.
Total bantuan yang disalurkan sebanyak tiga mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total air bersih yang didistribusikan mencapai 15.000 liter.
Imbauan Kapolres: Gunakan untuk Kebutuhan Dasar
Dhyno mengimbau warga menggunakan air bersih tersebut secara bijak. "Gunakan air bersih ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan dasar, seperti memasak dan air minum," ujarnya.
Kekeringan Meluas ke Sembilan Kecamatan
Kondisi kekeringan tidak hanya terjadi di Kecamatan Koroncong. Polres Pandeglang mencatat delapan kecamatan lain di Kabupaten Pandeglang juga mengalami krisis air serupa. Warga di wilayah-wilayah tersebut kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Polres bersama pihak terkait terus memantau situasi dan akan menyalurkan bantuan secara bergilir ke titik-titik terdampak.