PANDEGLANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mulai mengerahkan armada truk tangki air untuk memasok kebutuhan dasar warga di wilayah yang sumber airnya mengering. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 14 desa di tiga kecamatan telah menerima bantuan.
Tiga kecamatan yang menjadi prioritas penanganan darurat kekeringan adalah Angsana, Sindang Resmi, dan Cadasari. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, menyatakan distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
61.000 Liter Air untuk Kebutuhan MCK Warga
Air bersih yang dikirimkan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK). Armada yang dikerahkan memiliki kapasitas bervariasi, antara 4.000 hingga 8.000 liter per tangki.
“Kami sampai hari ini telah mendistribusikan sekitar 61.000 liter air bersih di 14 desa yang tersebar di tiga kecamatan, sesuai dengan permohonan resmi dari masyarakat,” ujar Lilis di Pandeglang pada Jumat (17/7/2026).
Pemicu Krisis: Sumur dan Mata Air Warga Mengering
Musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino membuat debit air di sumur bor dan mata air alami milik warga menyusut drastis. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah sumber bahkan dilaporkan benar-benar kering total, memaksa warga bergantung pada pasokan dari pemerintah.
Meski distribusi sejauh ini berjalan tanpa hambatan, potensi krisis diprediksi meluas. Berdasarkan peta Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dimiliki BPBD-PK, sedikitnya 150 desa di Kabupaten Pandeglang masuk kategori zona rawan krisis air tertinggi saat kemarau.
Jumlah Desa Terdampak Diprediksi Bertambah
Pemerintah daerah mengantisipasi lonjakan permohonan bantuan dalam beberapa pekan ke depan. Sebab, tidak semua desa yang kesulitan air telah mengajukan permohonan secara formal ke BPBD-PK.
“Kemungkinan besar jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih akan terus bertambah, meskipun saat ini belum semua wilayah mengajukan permohonan bantuan secara formal,” kata Lilis.
Imbauan: Hemat Air hingga Musim Hujan Tiba
Puncak kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026. BPBD-PK mengimbau masyarakat yang masih memiliki akses mandiri ke sumber mata air alami, seperti air pegunungan, untuk mengetatkan penggunaan air. Langkah ini dinilai penting agar cadangan air dapat bertahan hingga musim penghujan tiba.