BANTEN — Pekan lalu, ribuan pengguna Discord mendadak kehilangan akses ke akun mereka tanpa peringatan yang jelas. Bukan karena melanggar aturan, melainkan karena sistem kecerdasan buatan (AI) milik platform tersebut salah membaca gambar yang mereka unggah.
Dalam unggahan di akun X resmi @discord_support pada 7 Juli 2026, perusahaan mengonfirmasi bahwa bug pada sistem moderasi otomatisnya telah memblokir lebih dari 8.200 akun sejak Mei lalu. Sekitar 200 akun terkena banned tambahan pada akhir pekan sebelum tim Discord menemukan dan memperbaiki masalahnya.
Menurut pengakuan Discord, gambar-gambar yang dianggap berbahaya oleh sistem ternyata tidak berbahaya sama sekali. Daftarnya mencakup spreadsheet, papan catur, tekstur game (game textures), hingga latar belakang transparan putih dan abu-abu.
Di forum X dan Reddit, banyak pengguna melaporkan akun mereka di-suspend permanen hanya karena mengunggah gambar dengan pola grid kotak-kotak. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa sistem AI Discord jadi sensitif terhadap pola grid lantaran pola serupa sebelumnya digunakan untuk menyamarkan konten dewasa dan eksploitasi anak dari deteksi otomatis.
Discord menjelaskan bahwa sistem keamanan otomatisnya bekerja dengan mencocokkan konten yang diunggah terhadap database materi berbahaya yang sudah dikenal. Teknologi ini memang dirancang untuk menangkap konten ilegal, tapi perusahaan mengakui bahwa false positive bisa saja terjadi.
Dalam kondisi normal, konten yang terflag akan ditinjau ulang oleh anggota tim Trust & Safety sebelum tindakan diambil. Namun, bug yang terjadi membuat sistem langsung memblokir akun yang terdampak tanpa melalui proses review manusia.
“Kami sedang mengembangkan perlindungan yang lebih baik agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tulis Discord dalam pernyataan resminya.
Seorang pengembang game dengan akun X @jdbryantdev mengaku akunnya di-banned karena tekstur game yang ia unggah dianggap sebagai materi eksploitasi anak (CSAM). “Saya butuh akun saya kembali. Saya seorang game director dan menggunakan Discord untuk semua komunikasi kerja,” tulisnya pada 4 Juli 2026.
Pengguna lain menyebut bahwa banned permanen berdasarkan deteksi otomatis bisa berdampak serius, terutama bagi mereka yang mengandalkan Discord untuk pekerjaan, komunitas gaming, atau menjalin hubungan jarak jauh. “Kehilangan akun Discord karena hal tidak adil seperti ini bisa sangat menghancurkan. Jutaan pengguna terkena dampak false positive AI setiap hari. Ini harus dihentikan,” tulis seorang pengguna X.
Masalah moderasi berbasis AI sebenarnya sudah jadi isu lintas platform. Tahun lalu, pengguna Instagram dan Facebook Groups melaporkan suspensi akun massal tanpa penjelasan yang jelas. Meskipun banyak yang mencurigai kesalahan sistem AI sebagai penyebabnya, Meta tidak pernah secara resmi mengonfirmasi hal tersebut. Kini, Oversight Board Meta mendorong peningkatan transparansi.
Tumblr juga menghadapi situasi serupa tahun lalu ketika banyak pengguna mengeluhkan akun mereka di-suspend secara massal tanpa alasan yang gamblang.
Discord mengonfirmasi bahwa semua akun yang terkena dampak sedang dalam proses pemulihan. Jika akun Anda termasuk yang kena banned, segera ajukan banding melalui kanal resmi Discord Support. Pastikan Anda menyertakan bukti bahwa gambar yang diunggah tidak melanggar aturan—misalnya screenshot file asli atau konteks unggahan.
Sementara itu, ada baiknya Anda menghindari mengunggah gambar dengan pola grid atau tekstur kotak-kotak dalam jumlah besar sampai Discord menjamin sistemnya benar-benar aman dari bug serupa.