BANTEN — BMKG melaporkan gempa terjadi pukul 15.04 WIB dengan episenter di koordinat 1,06 Lintang Selatan dan 120,18 Bujur Timur. Lokasi persisnya berada di darat, sekitar 49 kilometer timur laut Kota Sigi. Kedalaman dangkal, sembilan kilometer, membuat getaran dirasakan dalam skala intensitas III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu. Sementara skala IV MMI mengindikasikan getaran dirasakan oleh banyak orang di luar rumah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi. BMKG mengonfirmasi getaran paling kuat terpusat di wilayah Sigi.
“Mag:4.7, 16-Jun-26 15:04:42 WIB, Lok:1.06 LS, 120.18 BT (Pusat gempa berada di darat 49 km timur laut Sigi), Kedlmn:9 Km Dirasakan (MMI) III-IV Sigi,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Gempa ini tidak terkait dengan aktivitas Sesar Palu-Koro yang selama ini dikenal sebagai pemicu gempa besar di wilayah tersebut. Berdasarkan data BMKG, gempa Sigi sore ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif lain di darat, yaitu Sesar Sausu. Hal ini berbeda dengan gempa besar magnitudo 6,7 yang sebelumnya mengguncang Palu dan memicu potensi likuifaksi.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta hanya merujuk pada kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat untuk mengetahui potensi gempa susulan maupun dampak di lapangan.
Lembaga itu juga mengingatkan bahwa informasi awal gempa bersifat sementara. Data dapat diperbarui seiring kelengkapan jaringan pemantauan gempa yang terus bekerja.