BANTEN — Dua raksasa audio, Sony dan Apple, kembali mempertaruhkan produk unggulan mereka di kelas over-ear premium. Sony WH-1000XM6 yang dibanderol USD 460 (sekitar Rp 7,6 juta) dan Apple AirPods Max 2 seharga USD 550 (sekitar Rp 9,1 juta) sama-sama menawarkan performa ANC kelas atas. Namun, perbedaan mendasar pada bobot, portabilitas, dan karakter suara bisa menjadi penentu bagi calon pembeli.
Sony WH-1000XM6 hanya memiliki bobot 254 gram, jauh lebih ringan dibandingkan AirPods Max 2 yang mencapai 386 gram. Selisih 132 gram ini membuat sesi mendengarkan musik atau podcast berjam-jam terasa lebih nyaman di kepala menggunakan XM6.
Dari segi portabilitas, Sony unggul telak. Headphone XM6 bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam hard-shell case yang kokoh. Sebaliknya, Apple masih mempertahankan desain asli AirPods Max yang tidak bisa dilipat dan hanya menyertakan sleeve kain pelindung yang kurang praktis.
Apple mempertahankan desain AirPods Max 2 persis seperti generasi pertama: rangka baja tahan karat, ear cup aluminium, dan—yang mengesalkan—tetap tanpa tombol daya. Sementara itu, Sony melakukan sejumlah perbaikan mekanis pada XM6 berdasarkan masukan pengguna atas kekurangan XM5 sebelumnya.
Kedua headphone tersedia dalam beberapa pilihan warna. Sony XM6 hadir dalam Black, Midnight Blue, Platinum Silver, dan Sand Pink. Apple AirPods Max 2 menawarkan Midnight, Blue, Orange, Starlight, dan Purple.
Karakter suara menjadi pembeda utama. Sony WH-1000XM6 menghadirkan sinyatur suara hangat dan bass-forward, ciri khas yang telah disempurnakan sejak era XM3. Para pengamat industri menyebut suara Sony cenderung "santai" (laid back), cocok untuk genre musik yang mengandalkan ritme dan dentuman bass.
Sebaliknya, Apple AirPods Max 2 unggul dalam kejernihan dan pemisahan instrumen. Chip H2 dan Adaptive EQ yang diperbarui membuat suara terdengar kuat dan berorientasi detail, terutama di rentang treble. Bagi penggemar film atau musik penyanyi-penulis lagu (singer-songwriter), ketajaman AirPods Max 2 mungkin lebih disukai.
Namun, bukan berarti Sony XM6 tidak detail. Keduanya sama-sama mumpuni secara sonik. Keunggulan Sony ada pada aplikasi Sound Connect yang memungkinkan kustomisasi EQ secara penuh. Pengguna AirPods Max 2 tidak mendapatkan fitur EQ khusus untuk headphone, hanya bisa mengandalkan system-wide EQ dari perangkat Apple.
Jika kenyamanan pemakaian lama, portabilitas, dan kustomisasi suara adalah prioritas utama, Sony WH-1000XM6 adalah pilihan yang lebih rasional dengan harga lebih murah Rp 1,5 juta. Headphone ini ideal untuk pekerja kantoran atau mahasiswa yang sering mendengarkan musik sambil bekerja atau bepergian.
Sebaliknya, jika Anda sudah berada di ekosistem Apple dan mengutamakan kejernihan suara kelas atas untuk menikmati film atau musik akustik, Apple AirPods Max 2 layak dipertimbangkan meski bobotnya lebih berat dan portabilitasnya terbatas. Kedua produk ini sama-sama kelas terbaik di kelasnya—tinggal disesuaikan dengan gaya hidup Anda.