BANTEN — Bagi warga New York sejati, mencari pizza sempurna adalah semacam misi hidup. Ryan Morrison, jurnalis teknologi yang dibesarkan di Queens, terbiasa naik kereta dan bus hanya demi sepotong pizza dari tempat-tempat legendaris seperti Cuts & Slices atau New Park Pizza. Namun, petualangan terbarunya justru membawanya kembali ke dunia kecerdasan buatan.
Sejak Gemini terintegrasi ke dalam Google Maps, fitur obrolan suara “Ask Maps” menjadi andalan Morrison untuk berbagai kebutuhan—dari navigasi bebas genggam hingga rekomendasi tempat makan. Ketika ia memerintahkan Gemini untuk mendaftar tempat pizza terbaik di New York City, AI tersebut menyajikan daftar yang terklasifikasi rapi: “Modern Champions”, “Historical Icons”, dan “Classic Favorites.”
Satu tempat yang menarik perhatian Morrison adalah Joe’s Pizza. Gemini mendeskripsikannya sebagai “standar emas untuk pizza klasik New York,” dengan alasan yang spesifik: tempat ini terkenal berkat cameo di film Spider-Man 2, menyajikan slice tipis yang bisa dilipat dengan rasio keju dan saus yang sempurna, dan buka hingga pukul 3 pagi—menjadikannya destinasi larut malam yang legendaris.
Kebetulan, Joe’s Pizza hanya berjarak satu blok dari kantor Morrison di Times Square. Pada suatu Kamis yang dingin dan hujan, ia memutuskan untuk mengantre selama 30 menit bersama puluhan pelanggan lokal dan turis. Dua potong pizza yang dibawanya pulang membuat penantian itu terbayar lunas. “Sekali lagi, AI bekerja dengan sangat baik saat mengantar saya ke tempat lain yang lezat,” tulis Morrison.
Meskipun berlatar di New York, pengalaman Morrison menyoroti potensi besar Gemini sebagai asisten rekomendasi yang personal dan kontekstual. Bagi pengguna di Indonesia, fitur serupa bisa diandalkan untuk menemukan warung soto legendaris di Surabaya, kedai kopi tersembunyi di Bandung, atau restoran Padang favorit di Jakarta—tanpa harus bergantung pada ulasan yang bombastis atau algoritma yang generik.
Yang menarik, Gemini tidak merekomendasikan rantai pizza seperti Pizza Hut. Morrison mencatat bahwa AI tampaknya menghindari merek-merek besar yang belakangan kurang mendapat sorotan positif. Sebaliknya, AI memilih tempat dengan reputasi lokal yang kuat—sebuah sinyal bahwa sistem rekomendasi berbasis AI bisa lebih menghargai keaslian daripada popularitas semata.
Morrison mengaku kini lebih percaya pada rekomendasi pizza dari Gemini. “Setelah membuktikan sendiri seberapa enak Joe’s Pizza berdasarkan janji-janji Gemini, saya lebih yakin untuk mencoba rekomendasinya yang lain,” ujarnya. Langkah selanjutnya dalam petualangan kulinernya adalah mengunjungi Una Pizza Napoletana—rekomendasi lain dari AI tersebut.