Pencarian

BPBD Banten Catat 1.726 Bencana Januari–September 2026, 116.894 Jiwa Terdampak

Selasa, 03 November 2026 • 07:16:01 WIB
BPBD Banten Catat 1.726 Bencana Januari–September 2026, 116.894 Jiwa Terdampak
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Pandeglang, Banten.

SERANG — Rekapitulasi BPBD Provinsi Banten menunjukkan banjir menjadi bencana dengan frekuensi tertinggi sekaligus dampak sosial terbesar. Sebanyak 69.559 jiwa terdampak banjir, dengan ribuan rumah terendam di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Kota Serang.

Puncak kejadian banjir berlangsung pada Januari dengan 264 kejadian, disusul Maret sebanyak 96 kejadian. Angka itu menjadikan awal tahun sebagai periode paling rawan di Banten.

Dua Fase Bencana: Basah di Awal Tahun, Kering di Kuartal Ketiga

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Luthfi Mujahidin menyebut dinamika bencana sepanjang tahun ini terbagi dalam dua fase. Awal tahun didominasi ancaman hidrometeorologi basah, lalu bergeser ke hidrometeorologi kering pada pertengahan hingga akhir kuartal ketiga.

"Dinamika bencana di Provinsi Banten ini ada dua fase, yaitu hidrometeorologi basah dan kering," kata Luthfi, Senin (2/11/2026).

Pergeseran itu terlihat dari lonjakan kekeringan yang tercatat 402 kejadian atau sekitar 23,3 persen. Angka tertinggi muncul pada Agustus dengan 336 kejadian.

46.696 Jiwa Krisis Air Bersih Saat Kemarau

Dampak kekeringan menyentuh kebutuhan sehari-hari maupun pertanian. Sebanyak 46.696 jiwa mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Tanah longsor dan pergerakan tanah juga masuk dalam rekap BPBD dengan 112 kejadian atau 6,5 persen. Bencana ini dominan terjadi di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.

Cuaca ekstrem dan pohon tumbang menyebabkan sedikitnya 23 rumah warga rusak, dari kategori ringan hingga berat. Puluhan pohon tumbang turut mengganggu jalur transportasi utama.

30 Evakuasi Nonbencana hingga 21 Kebakaran Permukiman

Di luar bencana alam, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan petugas pemadam kebakaran menangani 30 aksi evakuasi nonbencana. Aksi itu mencakup evakuasi sarang tawon dan ular serta penyelamatan warga.

Petugas juga menangani 21 insiden kebakaran permukiman dan lahan, serta 11 operasi pencarian dan pertolongan.

Luthfi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem, terutama saat memasuki masa transisi atau pancaroba.

"Makanya kita juga mengantisipasi risiko bencana lanjutan, lewat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, pendistribusian air bersih, serta pemangkasan pohon rawan tumbang," paparnya.

Langkah antisipasi yang disiapkan BPBD mencakup koordinasi dengan pemerintah daerah, pendistribusian air bersih, dan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks