LEBAK — Direktur Hilirisasi Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Freddy Marbun, menilai potensi durian Lebak belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mendorong masyarakat bersama pemerintah daerah menghasilkan varietas atau jenis durian baru yang bisa menjadi unggulan Kabupaten Lebak.
Menurut Freddy, pengembangan varietas lokal bukan hanya soal menaikkan kualitas dan produksi. Nilai tambah yang muncul dari varietas unggulan diharapkan ikut mengangkat kesejahteraan petani durian di daerah itu.
28 Jenis Durian Lokal, Baduy Jadi Andalan
Kabupaten Lebak tercatat memiliki sekitar 28 jenis durian lokal. Durian Baduy menjadi salah satu varietas unggulan yang selama ini dikenal masyarakat.
Persoalannya, sebagian besar pohon durian lokal Baduy merupakan tanaman warisan berusia puluhan tahun. Kondisi itu membuat peremajaan dibutuhkan untuk menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan tanaman.
Manggis dan Durian Jadi Komoditas Andalan Lebak
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menyebut pihaknya terus berupaya mengembangkan komoditas buah unggulan daerah. Selain durian, Lebak juga memiliki manggis sebagai komoditas andalan.
Halson berharap Kementerian Pertanian melalui Direktorat Hilirisasi Hortikultura memberi dukungan bagi pengembangan komoditas tersebut.
Mengapa Peremajaan Durian Baduy Mendesak
Usia pohon yang sudah puluhan tahun membuat produksi durian Baduy rawan menurun. Peremajaan diperlukan agar tanaman tetap produktif dan varietas lokal tidak tergerus seiring waktu.
Kabupaten Lebak sendiri dikenal sebagai salah satu sentra durian di Banten. Puluhan hektare tanaman durian tersebar di sejumlah wilayah kabupaten itu.
Langkah pengembangan varietas baru dinilai menjadi jalan agar durian lokal Lebak punya daya saing lebih kuat, baik di pasar daerah maupun nasional.