PANDEGLANG — Antrean warga tampak mengular di Lapangan Pantai Ceria, Kecamatan Labuan, sejak pagi. Mereka bukan hendak menyaksikan pertunjukan, melainkan menunggu giliran pemeriksaan rontgen dan tes laboratorium gratis yang disediakan Pemprov Banten.
Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung jalannya pemeriksaan yang menyasar lebih dari 1.200 warga tersebut. Menurutnya, sistem layanan yang dihadirkan ke tengah pemukiman ini dirancang untuk menghilangkan hambatan akses dan biaya yang kerap membuat warga enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Layanan Kesehatan di Tengah Kampung, Bukan di Rumah Sakit
Berbeda dengan pemeriksaan konvensional di puskesmas atau rumah sakit, warga cukup datang ke lapangan terbuka. Pemeriksaan yang tersedia meliputi pengukuran fisik, status gizi, cek tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen.
"Dengan turun langsung, kita harap warga tidak takut atau enggan memeriksakan kesehatannya," kata Andra Soni di Pandeglang, Minggu.
Gubernur menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan cara paling efektif untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Jika penyakit ditemukan lebih awal, risiko komplikasi serius dapat dicegah sebelum muncul gejala yang lebih parah.
Warga Bawa Satu Keluarga untuk Periksa Bersama
Annisa (37), warga Kecamatan Labuan, mengaku baru pertama kali bisa melakukan rontgen tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke puskesmas. Ia datang bersama suami dan anaknya untuk memanfaatkan layanan yang hadir di kampungnya itu.
"Terutama bagi lansia, karena kalau harus ke Puskesmas itu jaraknya lumayan jauh. Dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat semakin terbantu," ungkap Annisa.
Pemprov Banten mencatat capaian Program CKG hingga saat ini telah menjangkau 5,1 juta warga dari total sasaran 5,9 juta jiwa. Angka tersebut menempatkan Banten di urutan ketiga tertinggi secara nasional.
RSUD di Banten Kini Gratis, Warga Diminta Manfaatkan
Andra Soni juga mengingatkan bahwa seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Banten kini telah memberikan pelayanan pengobatan secara gratis. Ia mendorong warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan indikasi penyakit untuk segera berobat tanpa khawatir biaya.
"Kalau sudah terdeteksi dari awal, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. Insya Allah, di seluruh RSUD di Banten sekarang ini penanganannya sudah gratis," tegasnya.
Strategi jemput bola ini direncanakan terus digencarkan ke kecamatan-kecamatan lain yang dinilai memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan, menyusul tingginya antusiasme warga di Labuan.