Pencarian

300 Hektare Sawah di Pandeglang Terancam Kekeringan, Pemprov Banten Kerahkan Pompa Air dan Percepat Mitigasi

Minggu, 02 Agustus 2026 • 15:20:31 WIB
300 Hektare Sawah di Pandeglang Terancam Kekeringan, Pemprov Banten Kerahkan Pompa Air dan Percepat Mitigasi
Pompa air dikerahkan untuk menyelamatkan 300 hektare sawah di Pandeglang yang terancam kekeringan.

PANDEGLANG — Ancaman kekeringan di tengah musim kemarau memaksa Pemerintah Provinsi Banten mempercepat langkah mitigasi di sentra produksi padi. Data terbaru mencatat, ratusan hektare sawah di Pandeglang masih berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan pasokan air segera agar tidak berujung pada gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan optimalisasi seluruh infrastruktur pendukung pengairan yang tersedia. Mesin pompa, jaringan perpipaan, hingga sistem irigasi diterjunkan untuk memastikan lahan yang masih ditanami tetap mendapatkan suplai air.

Ratusan Hektare di Pandeglang Masih Rawan, 3 Hektare Terlanjur Puso

Berdasarkan pendataan Distan Banten, dari total lahan terdampak kekeringan di Provinsi Banten yang mencapai 2.095 hektare, sekitar 114 hektare di antaranya telah dipastikan mengalami puso. Lahan kering tersebut tersebar di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

Di Pandeglang sendiri, lahan yang sudah dinyatakan puso baru mencapai tiga hektare. Namun, kewaspadaan tetap tinggi karena lebih dari 300 hektare sawah lainnya masih berada dalam fase kritis dan terancam mengalami nasib serupa apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

670 Hektare Berhasil Diselamatkan, Fase Tumbuh Jadi Prioritas

Di tengah ancaman tersebut, terdapat kabar baik. Sekitar 670 hektare lahan pertanian di Pandeglang berhasil diselamatkan karena sudah memasuki masa panen sebelum dampak kekeringan meluas. Hasil panen ini menjadi penyangga stok pangan di tengah kondisi yang tidak menentu.

Fokus penanganan kini diarahkan pada lahan yang masih berada pada fase pertumbuhan. Tanaman pada fase ini dinilai paling rentan terhadap kekurangan air, sehingga suplai air yang optimal menjadi kunci utama menjaga produktivitas pertanian tetap terjaga hingga akhir musim.

Antisipasi Jangka Panjang dan Perlindungan Petani

Nasir menambahkan, langkah antisipasi sebenarnya telah disiapkan pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur pengairan dan penyaluran bantuan pompa air ke sejumlah wilayah yang memiliki sumber air permukaan menjadi strategi utama menghadapi kemarau yang diperkirakan terjadi setiap tahun.

Selain memperkuat sistem pengairan, Pemprov Banten juga menyiapkan skema perlindungan bagi petani melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Bantuan premi disiapkan untuk sekitar 2.000 hektare lahan guna mengurangi risiko kerugian finansial apabila terjadi gagal panen akibat bencana maupun perubahan cuaca ekstrem.

Para petani yang lahannya terlanjur puso diimbau segera melaporkan kondisi tersebut kepada dinas pertanian setempat. Nantinya, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih sehingga petani dapat kembali melakukan penanaman ketika kondisi lahan sudah memungkinkan.

Pemerintah berharap berbagai langkah mitigasi yang dilakukan mampu menekan meluasnya dampak kekeringan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Pandeglang selama musim kemarau berlangsung.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritabanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks