Pencarian

F1 Siapkan Sirkuit Imola sebagai Pengganti GP Qatar dan Abu Dhabi Bila Konflik Timur Tengah Meluas

Kamis, 30 Juli 2026 • 03:22:01 WIB
F1 Siapkan Sirkuit Imola sebagai Pengganti GP Qatar dan Abu Dhabi Bila Konflik Timur Tengah Meluas
F1 menyiapkan Sirkuit Imola sebagai sirkuit siaga untuk menggantikan GP Qatar dan Abu Dhabi jika konflik Timur Tengah meluas.

BANTENLangkah antisipatif ini diambil setelah konflik di Timur Tengah memaksa pembatalan Grand Prix Arab Saudi dan Bahrain pada April lalu. Domenicali, dalam wawancara dengan Sky Sports, Rabu (29/7), menegaskan bahwa tiket untuk dua balapan terakhir di Qatar (29 November) dan Abu Dhabi (6 Desember) sejatinya sudah ludes terjual. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Batas Waktu Keputusan: Pertengahan September

"Kami akan mengambil waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang dan akan membuat keputusan pada waktu yang tepat," ujar Domenicali. Ia menetapkan pertengahan September sebagai batas akhir untuk memutuskan perubahan jadwal. Jika situasi belum kondusif, seluruh kru dan tim tidak akan diterbangkan ke Timur Tengah.

Opsi mengakhiri musim di Eropa menjadi pilihan paling realistis. "Kami tidak bisa pergi ke tempat lain," tegas Domenicali. Imola, yang musim ini absen dari kalender reguler, langsung disebut sebagai sirkuit siaga untuk menggelar balapan penutup.

Pelajaran dari Pembatalan Bahrain dan Arab Saudi

Krisis di Timur Tengah telah memaksa F1 memutar otak. Grand Prix Bahrain yang batal pada April akhirnya dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 4 Oktober. Menariknya, sebagian besar biaya relokasi itu ditanggung langsung oleh Kerajaan Bahrain.

Kondisi ini menjadi preseden bagaimana F1 menangani ketidakpastian politik. Domenicali mengakui bahwa skenario serupa sudah disiapkan untuk kalender 2027 jika situasi belum pulih total. Meski begitu, target 24 seri Grand Prix untuk musim depan masih dipertahankan.

Ekspansi Kalender: Afrika dan Amerika Selatan Masuk Radar

Di tengah kekhawatiran akan Timur Tengah, F1 justru memperluas jangkauan. Portugal dan Turki dipastikan kembali masuk kalender balap musim depan. Lebih dari itu, F1 tengah menjajaki peluang menggelar balapan di Afrika, serta menerima minat serius dari sejumlah negara di Asia dan Amerika Selatan.

"Tentu saja bila situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki beberapa opsi dan rencana yang berbeda. Namun pemicu untuk mengambil keputusan itu baru pada akhir tahun, sehingga kami masih memiliki banyak waktu," kata Domenicali menutup pernyataannya. Satu seri di China tetap dipertahankan untuk musim depan.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks