BANTEN — Langkah antisipatif ini diambil setelah konflik di Timur Tengah memaksa pembatalan Grand Prix Arab Saudi dan Bahrain pada April lalu. Domenicali, dalam wawancara dengan Sky Sports, Rabu (29/7), menegaskan bahwa tiket untuk dua balapan terakhir di Qatar (29 November) dan Abu Dhabi (6 Desember) sejatinya sudah ludes terjual. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Batas Waktu Keputusan: Pertengahan September
"Kami akan mengambil waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang dan akan membuat keputusan pada waktu yang tepat," ujar Domenicali. Ia menetapkan pertengahan September sebagai batas akhir untuk memutuskan perubahan jadwal. Jika situasi belum kondusif, seluruh kru dan tim tidak akan diterbangkan ke Timur Tengah.
Opsi mengakhiri musim di Eropa menjadi pilihan paling realistis. "Kami tidak bisa pergi ke tempat lain," tegas Domenicali. Imola, yang musim ini absen dari kalender reguler, langsung disebut sebagai sirkuit siaga untuk menggelar balapan penutup.
Pelajaran dari Pembatalan Bahrain dan Arab Saudi
Krisis di Timur Tengah telah memaksa F1 memutar otak. Grand Prix Bahrain yang batal pada April akhirnya dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 4 Oktober. Menariknya, sebagian besar biaya relokasi itu ditanggung langsung oleh Kerajaan Bahrain.
Kondisi ini menjadi preseden bagaimana F1 menangani ketidakpastian politik. Domenicali mengakui bahwa skenario serupa sudah disiapkan untuk kalender 2027 jika situasi belum pulih total. Meski begitu, target 24 seri Grand Prix untuk musim depan masih dipertahankan.
Ekspansi Kalender: Afrika dan Amerika Selatan Masuk Radar
Di tengah kekhawatiran akan Timur Tengah, F1 justru memperluas jangkauan. Portugal dan Turki dipastikan kembali masuk kalender balap musim depan. Lebih dari itu, F1 tengah menjajaki peluang menggelar balapan di Afrika, serta menerima minat serius dari sejumlah negara di Asia dan Amerika Selatan.
"Tentu saja bila situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki beberapa opsi dan rencana yang berbeda. Namun pemicu untuk mengambil keputusan itu baru pada akhir tahun, sehingga kami masih memiliki banyak waktu," kata Domenicali menutup pernyataannya. Satu seri di China tetap dipertahankan untuk musim depan.