Pencarian

Kualitas Udara Banten Terburuk di Indonesia pada Minggu Malam, ISPU Capai 99

Minggu, 26 Juli 2026 • 23:19:01 WIB
Kualitas Udara Banten Terburuk di Indonesia pada Minggu Malam, ISPU Capai 99
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Banten tercatat 99 pada Minggu (26/7/2026) pukul 18.00 WIB, menjadikannya provinsi dengan kualitas udara terburuk di Indonesia.

BANTEN — Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Banten tercatat 99 pada Minggu (26/7/2026) pukul 18.00 WIB, menjadikannya provinsi dengan kualitas udara terburuk di Indonesia malam itu. Nilai ini berada di ambang batas bawah kategori 'tidak sehat' yang dimulai pada angka 101, namun tetap tertinggi dibandingkan seluruh provinsi lain.

ISPU 99: Tertinggi Nasional, Masuk Kategori Sedang

Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020, ISPU rentang 0–50 berarti 'baik', 51–100 'sedang', dan 101–200 'tidak sehat'. Dengan skor 99, Banten masih dinyatakan dalam kualitas udara sedang. Namun angka tersebut menempatkannya di puncak daftar provinsi dengan polusi udara terparah pada malam itu.

Di bawah Banten, Riau menyusul dengan ISPU 94, Sumatera Utara 91, dan Kalimantan Barat 90. Sementara Jawa Barat yang berdekatan dengan Banten mencatat indeks 75, lebih rendah dibandingkan provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan.

10 Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk, 26 Juli 2026 Pukul 18.00 WIB

  • Banten: 99
  • Riau: 94
  • Sumatera Utara: 91
  • Kalimantan Barat: 90
  • Sumatera Barat: 87
  • Sumatera Selatan: 82
  • Jambi: 80
  • Jawa Barat: 75
  • Kalimantan Tengah: 73
  • Bengkulu: 72

Parameter Pengukuran dan Dampak Kesehatan

KLHK melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara menghitung ISPU berdasarkan tujuh parameter pencemar: PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran dilakukan di 72 stasiun pemantau yang tersebar di berbagai daerah.

Meski Banten mencatat angka tertinggi, KLHK menyatakan tidak ada provinsi dengan kualitas udara 'sangat tidak sehat' (ISPU 201–300) atau 'berbahaya' (di atas 300) pada malam itu. Rentang sedang seperti ini masih berpotensi menimbulkan dampak bagi kelompok sensitif jika terpapar dalam waktu lama, namun belum memerlukan penanganan darurat.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks