LEBAK — Kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga November membuat ribuan petak sawah di Lebak tanahnya merekah. Namun di tengah ancaman gagal panen padi, sejumlah petani di Kecamatan Warunggunung dan Cibadak justru menikmati omzet puluhan juta dari sayuran dataran rendah.
Omzet Rp14 Juta per Pekan dari Lahan Sawah Kering
Yana (55), petani di Warunggunung, mengaku bisa menjual dua ton ketimun dan kacang panjang setiap pekan. Dengan harga Rp8.000 per kilogram di tingkat petani, ia mengantongi Rp14 Juta sekali panen. "Panen sayuran bisa dilakukan delapan kali," ujarnya kepada ANTARA, Sabtu.
Petani lain, Iming (55) dari Tambakbaya, Cibadak, juga meraup sekitar Rp10 Juta per pekan dari lahan seluas 5.000 meter persegi. "Kami lebih memilih tanam ketimun dan kacang panjang karena sudah ditampung pengepul," katanya.
Beralih dari Padi karena Lebih Untung
Yana menjelaskan peralihan ini murni ekonomi. "Kami beralih ke pertanian sayuran karena menguntungkan dibandingkan tanaman padi yang mengalami kekeringan," tuturnya. Lahan persawahan yang biasanya ditanami padi kini dimanfaatkan untuk paria, kacang panjang, dan ketimun. Masa panen hanya 40 hari setelah tanam.
Iming menambahkan, metode penyiraman cukup dua kali sehari—pagi dan sore. Sayuran dataran rendah tidak membutuhkan banyak air, berbeda dengan padi yang harus tergenang.
Program MBG Jadi Pendorong Permintaan
Permintaan sayuran dari petani Lebak meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini membuat harga tetap stabil dan menguntungkan petani.
Dinas Pertanian Dorong Pola Tanam Baru
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengimbau petani mengembangkan sayuran dataran rendah selama musim kemarau. "Kita berharap ke depan petani bisa mengganti pola tanam dari padi sawah ke tanaman sayuran untuk meningkatkan produksi ketahanan pangan dan ekonomi petani," ujarnya.
Pola tanam ini dinilai adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus menjaga pendapatan petani di tengah ancaman kekeringan yang masih berlangsung.