Pencarian

Drone Tempur Tsyklop Ukraina Tiru Elang Peregrine, Sudah Tembak Jatuh 100 Target Musuh

Minggu, 26 Juli 2026 • 08:23:31 WIB
Drone Tempur Tsyklop Ukraina Tiru Elang Peregrine, Sudah Tembak Jatuh 100 Target Musuh

BANTEN — Ukraina resmi memperkenalkan drone interceptor bernama Tsyklop setelah bertahun-tahun digunakan dalam pertempuran tanpa status resmi. Kementerian Pertahanan Ukraina baru saja mengkodifikasikan sistem ini, yang sudah mencatat lebih dari 100 sasaran udara berhasil ditumpas dalam operasi nyata — termasuk drone Shahed Rusia yang ditembak jatuh di atas Oblast Kursk.

Lebih dari 100 Target Berhasil Ditumpas

Menurut pernyataan pejabat Ukraina, varian V2 Tsyklop menjadi interceptor pertama yang berhasil menembak jatuh Shahed Rusia di wilayah Kursk. Selain Shahed, drone ini juga dilaporkan mencegat Gerbera, Zala, Supercam, Orlan, Lancet, dan Molniya dalam berbagai misi tempur.

Kementerian menekankan bahwa kodifikasi ini hanya formalitas terhadap sistem yang sudah terbukti di medan perang, bukan pengenalan teknologi yang belum teruji.

Desain: Menukik dari Atas Seperti Elang

Tsyklop mengadopsi strategi berbeda dibanding interceptor konvensional. Alih-alih mengejar target dari jarak jauh, drone ini terbang ke ketinggian di atas lawan, lalu memanfaatkan gravitasi untuk menukik dengan kecepatan tinggi sebelum meledak saat impact. Tidak ada mekanisme recovery — drone ini adalah senjata sekali pakai (one-way).

Dengan lebar sayap sedikit lebih dari satu meter, Tsyklop mampu bertahan di udara hingga hampir 1,5 jam per misi. Jangkauan operasionalnya disebut cukup untuk melindungi seluruh pusat regional Ukraina dari serangan drone musuh.

Dua Varian untuk Ancaman Berbeda

Ukraina mengembangkan dua versi Tsyklop. Varian standar dirancang untuk menghadapi ancaman udara dan darat yang bergerak lambat. Sementara varian V2 khusus ditingkatkan untuk mengejar drone Shahed yang terbang lebih tinggi dan lebih cepat — termasuk varian jet-powered Geran-4 buatan Rusia yang melaju 300-350 km/jam dan bisa dipercepat hingga 500-600 km/jam.

Pendekatan menyerang dari atas dipilih karena lebih efektif melawan kecepatan tinggi dibandingkan pengejaran langsung.

Program Interceptor Ukraina Makin Masif

Tsyklop bukan satu-satunya interceptor. Ukraina juga mengembangkan Octopus (8.000 unit dengan sistem panduan terminal otomatis) dan Sting dari Wild Hornets yang telah menghancurkan lebih dari 600 target. Jerman turut mendanai 15.000 unit STRILA.

Kementerian Pertahanan mencatat telah mengkodifikasi 413 sistem pesawat nirawak pada paruh pertama 2026, dengan interceptor menjadi kategori dengan pertumbuhan paling cepat.

Produksi Drone Capai 30 Juta per Tahun

Ukraina berencana memproduksi antara 10 juta hingga 30 juta drone setiap tahun sejalan dengan perluasan kapasitas manufaktur domestik. Negara ini juga telah mengonversi pesawat sipil menjadi drone bomber yang bisa membawa bom 100 kg sejauh 1.200 mil ke wilayah Rusia.

Dengan semakin canggihnya ancaman drone Rusia, program interceptor seperti Tsyklop menjadi tulang punggung pertahanan udara Ukraina. Meski sejumlah klaim keberhasilan masih mengandalkan pernyataan resmi Ukraina, data operasional awal menunjukkan efektivitas yang signifikan di medan tempur.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks