TANGERANG — Perhelatan tahunan Festival Cisadane 2026 di Kota Tangerang tidak hanya menjadi panggung hiburan bagi warga, tetapi juga motor penggerak ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Kota Tangerang mencatat nilai transaksi selama lima hari penyelenggaraan mencapai lebih dari Rp232,5 juta, melampaui capaian tahun lalu.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pihaknya optimistis angka tersebut akan terus bertambah. Sebab, festival tahun lalu berhasil menarik lebih dari 68 ribu pengunjung dan mencatat transaksi UMKM senilai Rp232,5 juta.
"Insya Allah, tahun ini kita optimistis capaian tersebut akan terus meningkat sehingga semakin banyak pelaku UMKM, seniman, komunitas kreatif dan masyarakat yang merasakan manfaatnya," kata Sachrudin di Tangerang, Jumat.
Produk Lokal yang Laris Manis di Festival Cisadane
Festival yang digelar sejak 22 Juli 2026 itu menghadirkan beragam atraksi budaya, olahraga, hiburan, dan kuliner khas Kota Tangerang. Selain itu, stan-stan UMKM dari berbagai kecamatan ikut memeriahkan acara dengan produk unggulan masing-masing.
Akro, pelaku UMKM asal Batuceper, misalnya, menjual minuman segar kombinasi durian dan gula aren. Ada pula aneka kerajinan gantungan handphone dan kunci hasil kreasi warga lokal yang dibanderol dengan harga terjangkau.
Stan Kecamatan Karawaci: dari Es Asem Jawa hingga Aksesori Rp5 Ribuan
Sementara itu, stan UMKM Kecamatan Karawaci menawarkan kesegaran es asem Jawa yang dibuat langsung dari olahan buah segar tanpa pemanis buatan. Pengunjung juga bisa mencicipi mac and cheese lezat hingga berburu produk fesyen seperti hijab, ciput, dan aksesori kristal.
"Silahkan kunjungi stan Kecamatan Karawaci, borong aksesori cantik mulai dari Rp5 ribuan saja. Tak terkecuali hijab dengan harga terjangkau, lebih murah dari harga pasaran," jelas Nur Rosada, pelaku UMKM Karawaci.
Kurasi Ketat, Kualitas Terjamin
Wali Kota Sachrudin menegaskan Festival Cisadane bukan sekadar ajang pameran biasa. Pemerintah Kota Tangerang memastikan setiap produk yang dijual di stan UMKM telah melalui proses kurasi dan pembinaan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop).
"Kami mengajak masyarakat untuk belanja di stan UMKM karena produk yang dihadirkan memiliki kualitas baik sebab sudah melalui kurasi dan pembinaan," ujarnya.