BANTEN — Dua tahun setelah debut Galaxy Z Fold 6, Samsung akhirnya menyiapkan lompatan desain untuk lini lipatnya. Berdasarkan bocoran yang dihimpun dari berbagai sumber industri, Galaxy Z Fold 8 bakal mengadopsi rasio aspek lebih lebar dan pendek — mirip bentuk paspor — sebagai respons langsung terhadap rumor iPhone lipat yang disebut-sebut akan hadir dalam format serupa. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi penerus sejati Z Fold 7 dengan mempertahankan proporsi layar klasik namun dibekali peningkatan performa paling agresif.
Spesifikasi Utama: Snapdragon vs Exynos
Perbedaan strategi chipset mencolok di lini 2026 ini. Galaxy Z Fold 8 Ultra disebut-sebut akan menggunakan chipset Snapdragon generasi terbaru — kemungkinan Snapdragon 8 Gen 5 — dipadukan dengan baterai lebih besar, dukungan pengisian cepat, serta peningkatan kemampuan AI on-device. Samsung juga dikabarkan menggunakan material substrat titanium baru pada engsel untuk mengurangi bekas lipatan layar.
Di sisi lain, Galaxy Z Flip 8 justru beralih ke chipset buatan Samsung sendiri: Exynos 2600. Bocoran spesifikasi mencatat layar luar 4,1 inci, layar utama 6,9 inci, baterai 4.300 mAh, serta konfigurasi kamera yang identik dengan pendahulunya — kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan kamera selfie 10 MP. Meski perubahan desain minimal, perangkat ini diklaim lebih tipis dan ringan.
Fitur Unggulan: AI dan Ekosistem Wearable
Peningkatan kemampuan AI menjadi fokus utama di seri Fold 8. Samsung mengintegrasikan fitur kecerdasan buatan yang lebih canggih untuk pengolahan gambar, penerjemahan real-time, dan optimalisasi baterai. Fitur-fitur ini dijalankan langsung di perangkat tanpa perlu koneksi cloud, berkat chipset terbaru dengan NPU yang lebih bertenaga.
Di sektor wearable, Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 akan menggunakan chip Snapdragon Wear Elite dari Qualcomm dengan RAM 2GB. Keduanya diklaim lebih tipis dan ringan. Galaxy Watch Ultra 2 secara spesifik disebut membawa baterai 800 mAh — lompatan signifikan dari model sebelumnya yang hanya 590 mAh.
Harga & Ketersediaan
Samsung Galaxy Unpacked 2026 akan digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, di London. Seluruh perangkat yang diumumkan diperkirakan mulai dipasarkan secara global pada Agustus 2026. Belum ada informasi resmi mengenai harga maupun ketersediaan di Indonesia, namun melihat pola tahun-tahun sebelumnya, peluncuran di pasar lokal biasanya terjadi 2-4 minggu setelah acara global.
Posisi Dibanding Pendahulu dan Kompetitor
Perubahan rasio aspek Galaxy Z Fold 8 menjadi sinyal paling jelas bahwa Samsung tidak lagi bermain aman. Selama tiga generasi terakhir, desain Fold cenderung iteratif — lebar dan tinggi hampir tidak berubah. Kini, dengan format yang lebih kompak, Samsung ingin menjangkau pengguna yang selama ini mengeluhkan bentuk Fold terlalu sempit saat tertutup.
Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 tetap menjadi pilihan entry-level di kategori lipat dengan harga lebih terjangkau. Meski perubahan hanya bersifat minor, bobot yang lebih ringan dan bodi lebih tipis bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas.
Kacamata Pintar Galaxy: Kolaborasi dengan Google dan Warby Parker
Samsung juga dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Google, Warby Parker, dan Gentle Monster untuk mengembangkan kacamata pintar berbasis platform Android XR. Meskipun produk ini diperkirakan baru tersedia pada musim gugur 2026, bukan tidak mungkin Samsung memberikan teaser atau informasi awal di acara Unpacked nanti.
Selain itu, sistem operasi Android 17 dan antarmuka One UI 9 kemungkinan besar akan diumumkan bersamaan dengan perangkat baru ini, membawa sejumlah pembaruan fitur dan optimalisasi performa.
Bagi pengguna yang menunggu lini flagship non-lipat, seri Galaxy S27 diperkirakan baru akan diumumkan pada Januari atau Februari 2027. Galaxy Unpacked 2026 kali ini jelas menjadi panggung bagi ponsel lipat dan wearable — dua kategori yang selama ini menjadi pembeda utama Samsung di pasar premium.