LEBAK — Ribuan keluarga penerima bantuan sosial di Kabupaten Lebak bakal direkrut menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kebijakan ini tidak hanya sekadar memperluas keanggotaan, tetapi juga diyakini mampu menggulirkan perputaran uang di tingkat desa.
Imam Suangsa menjelaskan, KPM yang selama ini menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki potensi ekonomi yang bisa dioptimalkan. "Kami minta KPM bantuan sosial menjadi anggota aktif KDKMP," kata Imam di Lebak, Jumat.
Menurutnya, dengan menjadi anggota, KPM tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi juga bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi. Salah satunya dengan menjual produk aneka makanan camilan ke koperasi.
KDKMP di Kabupaten Lebak dirancang tidak sekadar menjadi tempat simpan pinjam. Koperasi ini diperkuat dengan tujuh unit usaha yang saling terintegrasi, yaitu:
Kehadiran unit-unit ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pokok warga desa tanpa harus keluar dari kampung.
Salah satu fungsi strategis KDKMP adalah menjadi offtaker atau pembeli hasil komoditas pertanian seperti gabah dan jagung. Namun, Imam menegaskan, harga yang dibayarkan harus sesuai dengan harga patokan pemerintah.
"Kami melihat KDKMP dapat menggulirkan perputaran uang, karena bisa membeli produk-produk pertanian," ujarnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Pemerintah daerah memberikan catatan penting dalam pengoperasian koperasi ini. KDKMP dilarang keras mengembangkan persaingan usaha yang sudah ada di desa setempat. Artinya, koperasi tidak boleh mematikan usaha warung atau toko kelontong milik warga yang sudah lebih dulu ada.
"Kami berharap pengoperasian KDKMP berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, bukan justru mematikan usaha kecil yang sudah ada," kata Imam.
Ketua KDKMP Desa Jatimulya, Rangkasbitung, Ajat Sudrajat, menyambut baik kebijakan ini. Ia optimistis koperasi yang dikelolanya bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
"Usaha yang dikelola bisa menampung produk berbasis lokal, seperti pertanian, kerajinan, dan UMKM. Kami berharap tahun ini bisa beroperasi karena gedung koperasi sudah rampung," katanya.
Saat ini, pembangunan fisik KDKMP di Kabupaten Lebak masih berlangsung oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Sebagian gedung koperasi di sejumlah desa sudah rampung dan tinggal menunggu pengoperasian penuh.