TANGERANG SELATAN — Prestasi ini bukan sekadar seremonial. Masuknya Pemkot Tangsel ke dalam tiga besar regional Jawa-Bali menunjukkan bahwa program-program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di kota penyangga ibu kota itu dinilai berjalan efektif oleh tim evaluasi Kemendagri. Penghargaan ini menjadi sinyal bahwa strategi yang diterapkan Wali Kota Benyamin Davnie dan jajarannya selama ini diakui secara nasional.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri tidak diberikan secara sembarangan. Ada serangkaian indikator yang menjadi tolok ukur, mulai dari validitas data kemiskinan dan stunting di tingkat kelurahan, realisasi anggaran untuk program perlindungan sosial, hingga inovasi daerah dalam menekan angka prevalensi. Tangerang Selatan dinilai unggul dalam akurasi data dan kecepatan respons program di lapangan.
Dalam konteks regional Jawa-Bali, persaingan sangat ketat. Banyak kota besar dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jauh lebih besar ikut serta. Fakta bahwa Tangsel mampu bersaing di tiga besar menunjukkan efisiensi dan ketepatan sasaran program yang dijalankan.
Penurunan angka stunting menjadi salah satu poin kunci penilaian. Sebagai daerah urban dengan mobilitas tinggi dan kepadatan penduduk yang tidak merata, Tangerang Selatan menghadapi tantangan unik. Pola asuh orang tua di kawasan padat penduduk dan akses terhadap makanan bergizi menjadi fokus utama intervensi.
Pemkot Tangsel menggencarkan program pendampingan ibu hamil dan balita melalui posyandu dan puskesmas keliling. Langkah ini dikombinasikan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis protein hewani yang langsung menyasar keluarga berisiko. Hasilnya, angka prevalensi stunting di kota ini menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam dua tahun terakhir.
Bagi warga, penghargaan ini bukan sekadar plakat di kantor walikota. Secara konkret, penurunan angka kemiskinan dan stunting berarti lebih banyak anak yang tumbuh sehat dan siap bersekolah, serta lebih banyak keluarga yang memiliki daya beli. Data akurat yang dihargai Kemendagri juga memastikan bahwa bantuan sosial (bansos) dan program bantuan langsung tunai (BLT) tepat sasaran—tidak jatuh ke kantong yang salah.
Keberhasilan ini juga membuka akses Tangsel terhadap dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Artinya, ada tambahan anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan lingkungan dan saluran air, yang secara langsung berdampak pada kualitas hidup warga.
Apa kriteria utama penilaian penghargaan Kemendagri untuk penanggulangan kemiskinan?
Kriteria utama meliputi akurasi data kemiskinan daerah (Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem/P3KE), realisasi anggaran program perlindungan sosial, serta inovasi dan efektivitas program pengentasan kemiskinan di tingkat desa/kelurahan.
Bagaimana cara masyarakat mengecek apakah program penurunan stunting di daerahnya berjalan efektif?
Masyarakat dapat memantau melalui data e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) yang bisa diakses di puskesmas setempat, serta melihat laporan realisasi anggaran kesehatan di portal resmi pemerintah daerah masing-masing.