Jelang Iduladha 2025, Pemkot Tangsel Sidak Pasar Serpong untuk Jaga Stabilitas Harga dan Cegah Peredaran Pangan Tak Layak

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 25 Mei 2026 | 17:05:01 WIB
Petugas Pemkot Tangsel melakukan sidak harga dan kualitas pangan di Pasar Serpong menjelang Iduladha 2025.

TANGERANG SELATAN — Sidak yang dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan ini merupakan langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat hari raya kurban. Pemerintah daerah tidak ingin spekulan memanfaatkan momen untuk menaikkan harga di luar kewajaran.

Fokus Pengawasan: Harga Sembako dan Kualitas Pangan Hewani

Dalam sidak tersebut, petugas memantau secara langsung harga sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging sapi, dan daging ayam. Selain mengecek stiker harga, tim juga menyisir lapak-lapak untuk memastikan tidak ada pedagang yang menjual bahan pangan kedaluwarsa atau daging yang sudah tidak segar.

Pemkot Tangsel menekankan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama. Pasalnya, konsumsi daging saat Iduladha melonjak drastis, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk acara kumpul keluarga. Daging yang tidak segar atau mengandung bahan berbahaya bisa memicu gangguan kesehatan.

Mengapa Sidak Jelang Hari Besar Keagamaan Ini Krusial?

Fenomena kenaikan harga menjelang Iduladha bukanlah hal baru di Indonesia. Pola ini terjadi hampir setiap tahun karena tingginya permintaan. Namun, yang perlu diwaspadai adalah praktik oknum pedagang yang menimbun barang atau menjual produk berkualitas rendah untuk mengejar keuntungan instan.

Langkah Pemkot Tangsel melakukan sidak di Pasar Serpong—salah satu pusat perbelanjaan utama di wilayah tersebut—menjadi sinyal bahwa pengawasan pasar tidak boleh longgar. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan membuat pedagang berpikir dua kali sebelum melanggar aturan.

Dampak Langsung bagi Warga Tangsel

Bagi warga Tangerang Selatan yang berbelanja di Pasar Serpong, hasil sidak ini memberikan jaminan bahwa harga yang dibayarkan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Stabilitas harga sangat penting, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang paling rentan terhadap gejolak inflasi pangan.

Selain itu, pemeriksaan kualitas pangan hewani secara langsung melindungi konsumen dari risiko keracunan atau penyakit yang disebabkan oleh konsumsi daging tidak layak. Ini adalah bentuk perlindungan konsumen yang paling konkret.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot Tangsel?

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga secara berkala, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan tetapi juga pada hari-hari biasa. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan kepada pedagang nakal sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu mengecek tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisik bahan pangan sebelum membeli. Jika menemukan indikasi kecurangan atau pangan tidak layak, warga dapat melaporkannya ke dinas terkait.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: berita.tangerangselatankota.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top