SERANG — Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menyatakan bahwa dampak inflasi pada Idul Adha secara historis tidak sebesar Idul Fitri. Pernyataan ini disampaikan di Serang pada Senin lalu sebagai respons atas kekhawatiran publik terhadap potensi kenaikan harga pangan.
Menurut Ameriza, perbedaan utama terletak pada durasi ibadah sunnah dan skala konsumsi. “Puasanya (sunnah) hanya sebentar, dan konsumsinya tidak foya-foya. Jadi, kalaupun memang ada kenaikan harga, saya rasa tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Analisis ini diperkuat oleh hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) mingguan terbaru yang dilakukan BI. Data menunjukkan pergerakan harga komoditas pangan saat ini masih relatif terkendali, meskipun pekan ini mulai terlihat sedikit pergerakan setelah sebelumnya mencatat deflasi.
Optimisme ini sejalan dengan capaian positif inflasi Banten pada bulan sebelumnya. BI mencatat inflasi di Banten pada April 2026 berhasil turun menjadi 2,14 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang berada di angka 2,42 persen.
“Pada bulan April kita berhasil kembali berada di bawah angka nasional. Perkembangan ini cukup menggembirakan,” jelas Ameriza. Ia menambahkan, salah satu faktor utama penurunan ini adalah hilangnya base effect dari diskon tarif listrik yang kini sudah kembali normal.
Melandainya angka inflasi Banten pada April juga sangat dipengaruhi oleh normalisasi harga pada kelompok makanan dan minuman. Sebelumnya, kelompok ini sempat melonjak akibat tingginya permintaan pada momen Lebaran di bulan Maret.
Dengan kondisi ini, BI Banten optimistis bahwa stabilitas harga akan tetap terjaga selama periode Idul Adha. Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memicu kenaikan harga secara artifisial.
Meski diprediksi aman, BI tetap memantau pergerakan harga komoditas strategis seperti daging sapi, daging kambing, dan bahan pokok lainnya. Jika terjadi lonjakan permintaan di titik tertentu, BI siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi pasar.
Keputusan ini menjadi kabar baik bagi warga Banten yang tengah bersiap merayakan Idul Adha. Dengan inflasi yang terkendali, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga tanpa tekanan harga yang berarti.