MUI Tangsel Minta Warga Tak Sekadar Cek Fisik Hewan Kurban, Wajib Pastikan Bebas PMK dan Cukup Umur

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 12:31:22 WIB
MUI Tangsel imbau warga pastikan hewan kurban bebas PMK dan cukup umur.

TANGERANG SELATAN — Sekretaris II MUI Tangsel Aep Saefudin menegaskan, kriteria hewan kurban yang baik tidak cukup dilihat dari kondisi fisik oleh orang awam. Dalam imbauannya di Islamic Center Tangsel, Rabu (20/5/2026), ia menyebut standar kesehatan harus mengacu pada ilmu kedokteran hewan, termasuk bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sehat itu tidak cukup hanya dilihat dengan mata orang awam, tetapi harus sehat menurut ilmu kedokteran hewan,” kata Aep.

Dua Syarat Utama: Sehat Medis dan Cukup Umur

Selain kesehatan, MUI Tangsel menyoroti syarat cukup umur yang kerap diabaikan. Aep menjelaskan, indikator paling mudah adalah melihat kondisi gigi hewan yang sudah tanggal atau berganti. “Artinya layak untuk disembelih. Dalam bahasa sehari-hari sudah tanggal giginya,” ujarnya.

Menurut Aep, pemilihan hewan yang memenuhi dua syarat ini akan mendatangkan kepuasan batin bagi yang berkurban sekaligus kenyamanan bagi penerima daging kurban. Ia juga mengingatkan bahwa panitia kurban di masjid dan lingkungan masyarakat wajib menjaga proses penyembelihan agar higienis dan sesuai syariat Islam.

Kolaborasi MUI dan Pemkot: Syariat di Tangan Ulama, Teknis di Tangan Pemerintah

Untuk memastikan seluruh rantai kurban berjalan aman, MUI Tangsel telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Aep menyebut, kolaborasi ini membagi peran secara jelas. MUI bertanggung jawab memberikan edukasi terkait batasan hukum agama, sementara pemerintah menangani aspek teknis seperti kesehatan hewan, proses penyembelihan, hingga sanitasi.

“Kita bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan rasa aman karena mereka ahlinya. Kita dari sisi syariat memberikan batasan hukum agama,” jelas Aep.

Tren Kurban di Perkotaan: Patungan Sapi dan Domba Mandiri Sama-sama Meningkat

MUI Tangsel mencatat, minat masyarakat di wilayah perkotaan seperti Tangsel untuk berkurban terus naik. Skema kurban secara mandiri menggunakan kambing atau domba maupun secara kelompok melalui patungan sapi dinilai relatif seimbang. Kemudahan skema kurban kelompok disebut turut menggairahkan penjualan hewan kurban musiman.

“Kita imbau semua pihak menjaga ketenangan Iduladha dengan penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar. Lakukan sesuai syariat agar kegiatan kurban menjadi sarana syiar,” pungkas Aep.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top