BANTEN — Kenaikan ini melanjutkan tren bullish emas global yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Federal Reserve. Harga emas di pasar spot pagi ini juga bergerak di kisaran USD 2.350 per troy ons, mendekati level psikologis tertinggi.
PT Antam juga menaikkan harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan. Buyback hari ini dipatok Rp2,609 juta per gram, naik Rp12.000 dari perdagangan sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan buyback—yang mencerminkan biaya produksi dan margin—kini mencapai Rp250.000 per gram. Investor perlu mencermati spread ini karena memengaruhi potensi keuntungan jangka pendek.
Kenaikan harga terjadi merata di seluruh pecahan. Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa bobot utama:
Pecahan 1 gram tetap menjadi yang paling likuid dan banyak diperdagangkan oleh investor ritel. Kenaikan di semua bobot mengindikasikan tekanan beli yang merata, bukan sekadar spekulasi di pecahan kecil.
Pemicu utama reli emas kali ini datang dari pelemahan indeks dolar AS. Indeks DXY turun ke level 104,8 pagi ini, menyusul data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi pada pekan lalu. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi naik dalam jangka pendek. "Support berikutnya di Rp2,9 juta per gram bisa teruji jika dolar terus tertekan dan ketegangan geopolitik belum mereda," ujar analis komoditas dari salah satu sekuritas nasional dalam catatan risetnya.
Investasi emas fisik mengandung risiko fluktuasi harga. Keputusan pembelian sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.