BANTEN — Stroberi, apel, persik, anggur, dan pir termasuk jenis buah yang paling sering terdeteksi mengandung residu pestisida dalam sejumlah pengujian. Kandungan bahan kimia sisa ini bisa berkurang drastis hanya dengan cara mencuci yang benar di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi.
Paragraf pembuka: Buah-buahan memang sumber vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Namun, sebagian hasil pertanian membawa sisa bahan kimia pelindung tanaman yang menempel di permukaan kulitnya. Sejumlah jenis buah tercatat lebih sering muncul dalam daftar risiko residu pestisida dibanding buah lain, menurut rangkuman hasil pengujian yang dipublikasikan sejumlah lembaga kesehatan.
Mengapa Buah Ini Rentan Residu Pestisida
Pestisida dipakai petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit selama masa pertumbuhan. Sisa bahan kimia itu bisa tertinggal di permukaan buah, terutama pada jenis yang dikonsumsi bersama kulitnya atau memiliki tekstur berlekuk dan tipis.
Tingkat residu pada buah yang dijual di pasaran tidak seragam. Proses budidaya, penanganan pascapanen, hingga cara pengolahan ikut menentukan seberapa banyak sisa pestisida yang menempel. Artinya, masuknya sebuah buah dalam daftar risiko bukan bukti bahwa setiap buah yang dibeli pasti berbahaya.
Stroberi dan Apel, Dua yang Paling Sering Muncul
Stroberi berulang kali masuk daftar hasil pertanian dengan residu pestisida tinggi. Permukaannya yang penuh lekukan membuat kotoran dan sisa bahan kimia lebih mudah tersangkut. Cuci stroberi di bawah air mengalir sambil digosok perlahan, dan lakukan sesaat sebelum dimakan agar buah tidak cepat rusak karena kelembapan berlebih saat disimpan.
Apel menyusul karena tanaman ini kerap disemprot pestisida selama masa pertumbuhan. Buah ini umumnya dimakan bersama kulitnya, sehingga kebersihan permukaan menjadi kunci. Gosok perlahan dengan tangan bersih di bawah air mengalir. Mengupas kulit tetap boleh dilakukan, tetapi perlu diingat kulit apel menyimpan serat dan zat gizi yang hilang jika dibuang.
Persik, Anggur, dan Pir
Persik memiliki kulit relatif tipis dan permukaan agak berbulu, kondisi yang membuatnya perlu dibersihkan dengan lembut. Bilas di bawah air mengalir, gosok perlahan, dan hindari tekanan berlebih agar daging buah tidak rusak.
Anggur biasanya langsung disantap tanpa dikupas, termasuk bagian yang menempel pada tangkai. Pisahkan dulu buah yang sudah rusak, lalu bilas di bawah air mengalir sambil digosok lembut. Jangan memakai sabun atau deterjen, karena produk itu tidak ditujukan untuk dikonsumsi.
Pir sederajat dengan apel dalam hal konsumsi bersama kulitnya. Cucilah seluruh permukaannya secara perlahan di bawah air mengalir. Jika buah hendak dipotong, pastikan pisau dan alat makan yang dipakai dalam kondisi bersih.
Cara Mencuci yang Benar
Air mengalir adalah cara paling praktis untuk mengurangi kotoran dan sebagian residu di permukaan buah. Gosok permukaan buah dengan tangan bersih, lalu bilas hingga seluruh bagian teraliri air.
Bersihkan buah tepat sebelum dimakan atau diolah. Mencuci lebih awal lalu menyimpannya dalam keadaan lembap justru mempercepat kerusakan. Sesuaikan cara pencucian dengan tekstur buah: yang berkulit tipis cukup digosok lembut, sementara yang berlekuk perlu perhatian lebih pada sela-selanya.
Penutup: Tidak ada alasan menghindari buah hanya karena beberapa jenisnya sering masuk daftar berisiko residu pestisida. Mencuci dengan air mengalir sebelum dikonsumsi sudah cukup untuk menekan paparan sisa bahan kimia, tanpa perlu mengorbankan asupan gizi harian.