Pencarian

Pemkot Tangerang Gandeng Dunia Usaha Lewat CSR untuk Bedah 1.000 Rumah Warga

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:52:32 WIB
Pemkot Tangerang Gandeng Dunia Usaha Lewat CSR untuk Bedah 1.000 Rumah Warga
Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau rumah warga yang menjadi sasaran program bedah rumah.

Pemerintah Kota Tangerang menggandeng dunia usaha melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung program bedah rumah yang menargetkan perbaikan 1.000 unit hunian pada 2026. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut kolaborasi itu sebagai solusi atas kebutuhan warga, bukan sekadar bentuk kepedulian. Dari target tersebut, 627 rumah telah selesai dikerjakan per Oktober dan 373 unit lainnya masih berproses.

TANGERANG — Pemkot Tangerang membuka pintu bagi perusahaan swasta yang ingin menyalurkan dana CSR ke sektor perumahan rakyat. Sachrudin menilai perbaikan rumah menyentuh hal yang lebih mendasar daripada sekadar fisik bangunan.

"Memperbaiki rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ada rasa aman yang kita hadirkan, kenyamanan yang kita kembalikan, dan kesempatan bagi keluarga untuk menjalani hari-harinya dengan lebih tenang," kata Sachrudin di Tangerang, Minggu.

627 Rumah Selesai, 373 Unit Masih Diproses

Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Pemkot Tangerang menargetkan perbaikan 1.000 rumah sepanjang 2026. Per Oktober, 627 unit sudah rampung, sementara 373 unit sisanya masih dalam pengerjaan.

Sejak program bedah rumah pertama kali berjalan, sekitar 10.000 rumah telah dibangun atau diperbaiki. Angka itu menjadikan bedah rumah salah satu program fisik dengan cakupan terluas di kota tersebut.

Sachrudin berharap keterlibatan dunia usaha tidak berhenti pada satu-dua perusahaan. Menurutnya, kebutuhan perbaikan rumah di Tangerang jauh melampaui kemampuan anggaran daerah jika dikerjakan sendiri.

Skema Pentahelix Jadi Andalan Pemkot

Pemkot memakai pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Sachrudin menyebut pola itu sebagai syarat agar pembangunan kota berjalan merata.

"Pemerintah tidak bisa sendirian membangun kota ini. Kita membutuhkan peran serta pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk bergerak bersama dalam semangat kolaborasi pentahelix," tegasnya.

Bagi perusahaan yang berminat menyalurkan CSR, sektor perumahan menawarkan dampak yang mudah diukur. Jumlah unit yang selesai bisa diverifikasi langsung di lapangan, berbeda dengan program bantuan yang manfaatnya baru terlihat dalam jangka panjang.

Ukuran Kepedulian Bukan Besarnya Bantuan

Sachrudin menekankan bahwa nilai bantuan bukan patokan utama keberhasilan program sosial. Yang lebih menentukan, katanya, seberapa nyata perubahan yang dirasakan penerima manfaat.

"Bentuk kepedulian bukan hanya pada seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat," katanya.

Pemkot Tangerang belum merinci besaran dana CSR yang ditargetkan dari sektor swasta. Namun dengan sisa 373 unit yang masih diproses tahun ini, tambahan dukungan dari dunia usaha berpeluang mempercepat penyelesaian target 1.000 rumah sebelum tutup tahun anggaran.

Follow lensabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks