Pencarian

Kodim Cilegon Fasilitasi Pembuatan Akta Kelahiran Lewat Program TMMD 128

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:26:03 WIB
Kodim Cilegon Fasilitasi Pembuatan Akta Kelahiran Lewat Program TMMD 128
Petugas Kodim 0623/Cilegon membuka gerai pembuatan akta kelahiran di Pondok Pesantren Almuti’ya Tuba.

CILEGON — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon memperluas cakupan kegiatannya dengan menghadirkan layanan administrasi kependudukan di Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan. Petugas membuka gerai pembuatan akta kelahiran di Pondok Pesantren Almuti’ya Tuba pada Selasa (5/5/2026).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Hayati Nufus, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Layanan tersebut sengaja ditempatkan di lingkungan pesantren untuk menjangkau santri serta warga sekitar yang belum memiliki dokumen kependudukan sah.

“Iya, kami menggelar kegiatan pembuatan akta kelahiran dalam rangka kerja sama TMMD 128 Kodim Cilegon dengan Disdukcapil di Ponpes Almuti’ya Tuba,” ujar Hayati, Selasa.

Mengapa TMMD Cilegon Sasar Layanan Akta Kelahiran?

Program TMMD kali ini tidak hanya mengejar target pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan. Sersan Satu Handoko dari Kodim 0623/Cilegon menjelaskan bahwa penguatan layanan publik menjadi pilar penting untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di lokasi sasaran.

Pihak TNI memandang kepemilikan akta kelahiran sebagai hak dasar yang memberikan kepastian hukum bagi anak-anak. Fokus utama layanan jemput bola ini adalah anak-anak di lingkungan pesantren dan panti asuhan yang sering kali terkendala akses saat pendataan administrasi kependudukan reguler.

“Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta kepastian hukum bagi warga melalui layanan terpadu yang dihadirkan dalam TMMD,” kata Handoko.

Antusiasme Warga Randakari Terhadap Layanan Jemput Bola

Masyarakat di sekitar lingkungan pesantren merespons positif kehadiran petugas Disdukcapil di lokasi TMMD. Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus dokumen anak-anak mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau kantor dinas terkait.

Data di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dari kalangan wali santri. Program ini dianggap efektif memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan negara kepada warga yang tinggal di wilayah pinggiran kota Cilegon.

Melalui integrasi program fisik dan non-fisik, TMMD ke-128 diharapkan tidak sekadar memperbaiki akses jalan, tetapi juga memperbaiki kualitas data kependudukan di tingkat kelurahan. Kepastian dokumen ini menjadi modal penting bagi warga untuk mengakses layanan publik lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan.

Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks