CILEGON — Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon, Mohamad Tahyar, menyebut organisasinya tengah melakukan komunikasi internal untuk mendorong kader mendaftar. Menurut dia, Muhammadiyah memiliki sejumlah kader dengan kompetensi di bidang syariah, ekonomi, manajemen zakat, hingga akuntansi publik.
Keikutsertaan kader Muhammadiyah dalam seleksi tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi berkontribusi meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kota Cilegon.
"Kami rencana beberapa kader kita, kita suruh untuk mendaftarkan diri," kata Tahyar, Selasa (3/11/2026).
Dari kalangan NU, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon, Erick Rebi'in, mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan lima surat rekomendasi bagi kader yang berminat mengikuti seleksi calon pimpinan BAZNAS.
Erick menjelaskan, pada awalnya sejumlah kader merasa kurang percaya diri untuk ikut serta. Keraguan itu tidak lepas dari pandangan mereka mengenai transparansi proses pemilihan pimpinan BAZNAS sebelumnya.
Setelah mendapat dorongan dan keyakinan bahwa persyaratan yang diumumkan pansel telah terpenuhi, sejumlah kader akhirnya menyatakan minat.
"Saya meyakinkan teman-teman sehingga akhirnya ada beberapa yang berminat dan secara persyaratan sesuai yang diumumkan memenuhi," ujar Erick.
Erick menilai BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan apabila dikelola secara profesional. Karena itu, ia berharap pimpinan BAZNAS yang nantinya terpilih benar-benar memahami fungsi dan tugas lembaga tersebut, sekaligus mengenal kebutuhan masyarakat Kota Cilegon.
"Semoga nanti yang terpilih orang yang paham akan fungsi BAZNAS dan paham akan Kota Cilegon," harapnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah, menyebutkan hingga saat ini baru delapan orang yang mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan BAZNAS Kota Cilegon. Para pendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat hingga tokoh agama.
"Dari ormas belum ada. Kita lihat, dengar-dengar sih ada yang mau daftar dari lembaga-lembaga keagamaan," katanya.
Seleksi calon pimpinan BAZNAS Kota Cilegon untuk periode 2027–2032 dijalankan Panitia Seleksi di lingkungan Pemkot Cilegon. Jumlah pendaftar masih terbuka bertambah seiring dorongan dua ormas Islam terbesar di kota itu kepada kader masing-masing.