36 Polwan Polres Lebak Dituntut Kuasai Kejahatan Siber, Kapolres: Bukan Sekadar Pelengkap

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:18:02 WIB
Kapolres Lebak AKBP Arninsi menegaskan 36 Polwan Polres Lebak dituntut menguasai kejahatan siber di tengah transformasi modus kejahatan digital.

Kepolisian Resor Lebak hanya memiliki 36 polisi wanita (Polwan) dari total kebutuhan personel, sebuah angka minoritas yang justru disebut Kapolres AKBP Arninsi sebagai tulang punggung pelayanan publik. Dalam peringatan Hari Polwan di Lebak, Rabu (1/9), Arninsi menegaskan Polwan harus bergerak cepat beradaptasi mengingat pola kejahatan kini telah bertransformasi ke ranah digital.

LEBAK — Jumlah Polwan yang hanya 36 personel di lingkungan Polres Lebak tidak mengurangi tuntutan profesionalisme. Kapolres Lebak AKBP Arninsi justru menyoroti kompetensi yang harus dimiliki personel Polwan di tengah pergeseran modus kejahatan dari konvensional ke siber.

Arninsi menegaskan Polwan bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, melainkan pelaksana tugas pokok Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat.

"Polwan bukan pelengkap, tapi pelaksana tugas Polri"

"Polwan bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai pelaksana tugas Polri untuk melindungi dan melayani masyarakat," kata Arninsi dalam keterangannya pada Peringatan Hari Polwan di Lebak, Rabu.

Pernyataan ini disampaikan Arninsi di hadapan jajarannya, menegaskan posisi strategis Polwan di tengah dominasi personel laki-laki. Arninsi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2007.

Kejahatan Siber Jadi Pekerjaan Rumah Baru Polwan

Arninsi mengingatkan bahwa lanskap kejahatan di Indonesia, termasuk di Lebak, tidak lagi sederhana. Modus konvensional kini bergeser pada kejahatan berbasis teknologi digital yang membutuhkan keahlian khusus.

"Polwan tentu dituntut bekerja secara profesional dan memiliki kompetensi, dimana perkembangan zaman di dunia, bahkan di Indonesia kejahatan sudah bukan konvensional lagi," ujarnya.

Konsekuensinya, penguasaan teknologi digital menjadi syarat mutlak. Polwan diminta menguasai kompetensi dan keahlian di bidang digital untuk membongkar kasus-kasus kejahatan siber yang semakin kompleks.

Polwan Garda Terdepan Lindungi Perempuan, Anak, dan Lansia

Di luar persoalan teknis penegakan hukum, Arninsi menyoroti sisi kemanusiaan yang melekat pada sosok Polwan. Kehadiran mereka dinilai strategis dalam memberikan pelayanan publik, terutama bagi kelompok rentan.

"Polwan menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan pelayanan secara profesional, bersikap humanis, empati dan mengedepankan kepedulian yang tinggi khususnya melindungi kelompok rentan, seperti wanita, anak-anak dan lansia," jelas Arninsi.

Peran ini dinilai krusial mengingat Polwan hadir sebagai sesama perempuan yang lebih memahami persoalan yang dihadapi korban.

Siaga Bencana dan Kerawanan Pangan di Lebak

Lebak merupakan daerah yang kerap dilanda bencana hidrometeorologi. Arninsi menyebut Polwan juga menjadi garda depan saat banjir, longsor, kekeringan, hingga kerawanan pangan melanda wilayahnya.

"Begitu juga Polwan dalam menghadapi berbagai bencana alam, seperti banjir, kekeringan, longsor hingga kerawanan pangan selalu mengedepankan kepedulian sosial dengan menyalurkan berbagai bantuan dan pertolongan," katanya.

Arninsi menambahkan, naluri kemanusiaan Polwan sebagai bagian dari kaum perempuan membuat mereka lebih sigap meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak musibah.

"Kami juga sebagai kaum perempuan tentu lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, termasuk bencana alam," ujar wanita kelahiran 1984 tersebut.

Penyebaran Personel di Berbagai Satuan

Meski jumlahnya minoritas, Polwan Polres Lebak tidak ditempatkan dalam satu korps khusus. Mereka justru disebar di berbagai unit kerja untuk mendukung tugas pokok kepolisian.

"Kita maksimalkan polwan itu untuk mendukung tugas-tugas kepolisian," kata Arninsi.

Personel Polwan saat ini bertugas di Satuan Reserse Narkoba, Pembinaan Masyarakat (Binmas), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), hingga Polsek jajaran. Keterlibatan mereka di unit teknis ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan yang humanis di lapangan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top