BANTEN — Apple dipastikan mengubah strategi rilis tahunannya. Untuk pertama kalinya sejak 2019, perusahaan tidak akan meluncurkan seluruh lini iPhone secara bersamaan. Alih-alih merilis empat model sekaligus pada September 2026, Apple hanya akan memperkenalkan tiga perangkat paling mahal, sementara iPhone 18 standar ditunda hingga Maret atau April 2027.
Keputusan ini menjadi perubahan besar dalam siklus produk Apple yang selama ini konsisten. Konsumen yang ingin upgrade di kuartal akhir 2026 harus memilih di antara iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, atau iPhone lipat pertama yang kabarnya bernama iPhone Ultra.
Apple akan menggelar acara tahunannya pada September 2026 untuk memperkenalkan tiga perangkat berikut:
Sejumlah analis sepakat bahwa iPhone 18 Pro dan Pro Max akan lebih mahal dibanding pendahulunya. Penyebab utamanya adalah kelangkaan pasokan memori yang mendongkrak harga DRAM konsumen, memaksa Apple membayar jauh lebih mahal untuk komponen penyimpanan.
Kenaikan ini diperkirakan mencapai USD 100 hingga USD 300 (sekitar Rp 1,65 juta hingga Rp 4,95 juta) untuk kedua model. Saat ini, iPhone 17 Pro dibanderol mulai USD 1.099 dan iPhone 17 Pro Max USD 1.199. Apple memang mendapat diskon untuk komponen lain seperti layar, namun kenaikan harga tampaknya tak terhindarkan setelah perusahaan menaikkan harga jajaran Mac dan iPad pada Juni lalu.
Untuk iPhone Ultra, belum ada patokan harga karena ini produk pertama di kelasnya. Rumor menyebut banderolnya mencapai USD 2.000 hingga USD 2.500 (sekitar Rp 33 juta hingga Rp 41,25 juta).
Apple baru akan merilis tiga perangkat berikutnya pada musim semi 2027, kemungkinan bersamaan di bulan Maret atau April:
Keputusan memecah peluncuran ini kemungkinan bertujuan meratakan penjualan iPhone sepanjang tahun, bukan hanya mengandalkan kuartal keempat. Dengan memisahkan lini Pro dan varian standar, Apple bisa menjaga momentum penjualan di paruh pertama 2027.
Belum jelas apakah strategi ini akan permanen. Ada rumor iPhone edisi ulang tahun ke-20 yang dirilis musim gugur 2027 dengan spesifikasi lebih tinggi, yang bisa menjadi sinyal Apple mempertahankan pola rilis ganda ini.
Bagi pengguna Indonesia, konsekuensi paling terasa adalah pilihan terbatas di akhir 2026. Jika ingin membeli iPhone baru di periode tersebut, opsi yang tersedia hanya model Pro yang harganya semakin mahal, atau menunggu varian standar yang lebih terjangkau hingga 2027.