BANTEN — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan perusahaan menyambut peringatan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus 2026. Tidak hanya berfokus pada lokasi upacara utama, kesiagaan penuh juga diberlakukan di seluruh sistem kelistrikan Indonesia.
"Khusus untuk perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara, kami siapkan pengamanan yang berlapis sampai lima tingkat. Ini dari pembangkit, dari gardu induk, dari transmisi," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026). Pengamanan Berlapis di Istana dan Cadangan Daya Nasional
Lapisan pengamanan di Istana mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital SCADA, hingga unit UPS dan generator cadangan. PLN memastikan seluruh perangkat kelistrikan telah diperiksa menyeluruh agar berada dalam kondisi prima sebelum upacara dimulai.
"Kami menyediakan listrik yang tanpa kedip dengan harapan memastikan bahwa perayaan HUT RI di Istana Negara bisa berjalan dengan lancar," tambah Darmawan.
Secara nasional, proyeksi beban puncak pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 GW. Angka ini masih jauh di bawah daya mampu pembangkit yang mencapai 51,6 GW, sehingga menyisakan ruang cadangan cukup besar.
"Seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga. Semua bergerak dan semua fokus," kata Darmawan.
Untuk mempercepat respons di lapangan, PLN juga menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, 1.286 gardu bergerak, 75 kabel bergerak, serta 318 truk crane. Armada pendukung berupa 3.424 mobil dan 3.583 motor operasional pun disebar di berbagai titik rawan. Pulihkan Listrik Flores Pasca-Gempa
Kesiagaan PLN tidak hanya untuk momen seremoni. Darmawan mengungkapkan timnya bergerak cepat memulihkan infrastruktur kelistrikan di Flores, Nusa Tenggara Timur, pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut.
"Begitu gempa terjadi, tim kami langsung bergerak. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung dikerjakan," jelasnya.
Hasilnya, sebanyak 11 gardu induk yang sempat terdampak telah kembali bertegangan pada sore harinya. Proses penormalan kini terus dikejar secara bertahap hingga menyentuh pelanggan di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, sistem kelistrikan Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pada sisi pembangkit juga mulai pulih. Tambahan pasokan dari dua pembangkit membuat sistem di pulau tersebut semakin kuat dan stabil.
"Alhamdulillah, ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik. Kami akan terus kawal," pungkas Darmawan.
Dengan kombinasi pengamanan teknis berlapis dan personel siaga penuh, PLN menargetkan seluruh rangkaian HUT ke-81 RI—dari upacara bendera hingga kegiatan pendukung—berlangsung dengan suplai listrik yang andal di seluruh penjuru negeri.