Polresta Tangerang Gelar Kajian dan Santunan Anak Yatim hingga Ojol di Hari Bhayangkara ke-80

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 20 Juli 2026 | 19:20:31 WIB
Ratusan personel Polresta Tangerang dan Forkopimda mengikuti Kajian dan Doa di Masjid Al-Amjad, Jumat (17/7/2026).

KABUPATEN TANGERANG — Ratusan personel Polresta Tangerang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan warga memadati Masjid Al-Amjad di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Jumat (17/7/2026). Mereka mengikuti Kajian dan Doa yang menjadi puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Momentum Memperkuat Pengabdian dan Kepercayaan Masyarakat

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyebut peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial. “Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, kepercayaan publik tidak bisa dibeli. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam melayani, kejujuran dalam bertindak, serta konsistensi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Insyaallah akan lahir pelayanan yang humanis, penegakan hukum yang berkeadilan, dan kehadiran Polri yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Kapolresta.

Penceramah Ingatkan Amanah Kepemimpinan

Dalam tausiyahnya, Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan adil dan jujur. Ia mengajak seluruh jamaah untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar secara bijaksana sebagai tanggung jawab bersama membangun kehidupan bermasyarakat.

Santunan Anak Yatim dan Bantuan untuk Ojol

Usai rangkaian kajian dan doa, Polresta Tangerang menyalurkan santunan kepada anak yatim serta bantuan sosial bagi pengemudi ojek online (ojol). Aksi sosial ini menjadi wujud nyata semangat Hari Bhayangkara yang tidak hanya berhenti pada doa, tetapi juga berbagi kepada masyarakat sekitar.

Kapolresta juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, TNI, Kejaksaan, pemerintah daerah, ulama, dan tokoh masyarakat yang selama ini bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tangerang. Sinergi tersebut dinilai kunci stabilitas wilayah penyangga ibu kota.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: barayanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top