TANGERANG SELATAN — Sebanyak 95 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan tercatat telah memanfaatkan layanan bus sekolah gratis sepanjang tahun lalu. Angka ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk terus menambah armada, baik tahun ini maupun tahun depan.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, seluruh armada telah menjalani pemeriksaan menyeluruh selama masa libur sekolah. Penggantian ban, uji berkala kendaraan (KIR), hingga servis rutin dilakukan demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelajar.
Pemkot Tangsel juga menyiapkan layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Orang tua diperbolehkan mendampingi anak selama perjalanan menuju Sekolah Khusus (SKH).
"Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan ikut mendampingi di dalam bus, karena mereka membutuhkan perhatian khusus," ujar Pilar di Tangerang, Minggu.
Pengemudi dan kondektur yang bertugas di armada tersebut dipertahankan sama setiap harinya. Hal ini dilakukan agar mereka memahami karakter dan kebutuhan anak-anak yang didampingi.
Pemkot Tangsel memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengganggu operasional bus sekolah gratis. Pemerintah telah melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp400 juta untuk menutup kekurangan biaya operasional akibat penyesuaian harga BBM.
"Kami ingin memastikan seluruh anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Itu merupakan komitmen pemerintah," kata Pilar.
Jika terjadi perubahan harga BBM di masa mendatang, pemerintah akan kembali melakukan penyesuaian anggaran. Layanan transportasi gratis bagi pelajar diyakini tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.