BANTEN — Tim PDKB PLN UP3 Sumbawa menyelesaikan pemasangan perangkat penting di sistem distribusi, yaitu jumper dan arrester pada LBS Motorized, di Desa Penyegar, Kecamatan Buer. Pekerjaan dilakukan dengan metode PDKB, yang memungkinkan teknisi memperkuat atau memelihara jaringan tanpa memutus aliran listrik ke rumah-rumah warga.
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, mengatakan metode ini merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. “Melalui metode PDKB, kami dapat melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dan penguatan jaringan tanpa menghentikan pasokan listrik kepada pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Arrester yang dipasang berfungsi melindungi peralatan jaringan dari tegangan lebih akibat sambaran petir atau gangguan sistem. Sementara itu, penyempurnaan jumper memastikan aliran daya berlangsung lebih optimal, aman, dan efisien. Dengan optimalisasi LBS Motorized, PLN dapat melakukan manuver jaringan secara cepat ketika terjadi gangguan, sehingga proses pengalihan beban bisa dilakukan dalam waktu singkat dan area terdampak pemadaman menjadi lebih terbatas.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa peningkatan keandalan jaringan melalui pekerjaan tanpa padam merupakan strategi PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan berkelas dunia di Nusa Tenggara Barat. “PLN terus memperkuat sistem distribusi melalui inovasi, digitalisasi, dan pemeliharaan berbasis keandalan agar masyarakat memperoleh pasokan listrik yang semakin stabil,” kata Yondri.
Seluruh pekerjaan dilakukan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Personel PDKB yang bertugas merupakan tenaga bersertifikasi dengan kompetensi khusus serta didukung peralatan berstandar tinggi. Yondri optimistis upaya ini akan memperkuat dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, investasi, serta pelayanan publik yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. (rl)