BANTEN — Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memasuki babak-babak krusial. Di tengah hiruk-pikuk pertandingan, kualitas analisis dari para pakar sepak bola justru menjadi sorotan tersendiri. Publikasi Inggris, The Guardian, memilih enam figur yang dinilai memberikan dampak signifikan di layar kaca, mencakup stasiun televisi di Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
Mantan kiper utama Timnas Inggris, Joe Hart, dinilai sebagai aset besar bagi BBC. Pengalamannya sebagai kiper memberinya perspektif unik yang jarang dimiliki analis lain. The Guardian menyoroti analisis Hart soal penyelamatan kiper, termasuk penjelasan detail mengapa Jordan Pickford kebobolan di tiang dekat saat melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta.
"Hanya kiper yang bisa bicara soal kiper," tulis Sachin Nakrani dalam artikel tersebut. Gaya orasinya yang bersemangat namun tajam disebut menjadi "pukulan" yang dibutuhkan BBC di tengah keputusan mereka untuk tidak mengirimkan kru ke lokasi turnamen.
Berbeda dengan reputasinya yang keras, Roy Keane justru tampil dengan nuansa baru di ITV. Mantan kapten Republik Irlandia itu disebut tampil dengan otoritas yang lebih tenang namun tetap kritis. Analisisnya tentang kegagalan lini tengah Brasil saat melawan Jepang di babak 32 besar menjadi salah satu sorotan.
Penampilan Keane juga menuai pujian, termasuk rambut abu-abu pendek dan jenggot abu-abu yang "sempurna". Gaya kemeja bermotif yang ia kenakan dinilai sebagai sesuatu yang tak terbayangkan akan dipakai pria sekaku dirinya.
Legenda Timnas Amerika Serikat, Clint Dempsey, menjadi pilihan utama Fox Sports. Setelah vakum dari dunia media sejak pensiun pada 2018, Dempsey kembali pada 2021 sebagai komentator CBS. Gaya analisisnya disebut "santai namun brutal jujur", mencerminkan cara bermainnya yang penuh warna dan berbeda dari tipikal analis Amerika pada umumnya.
Sementara itu, Clarence Seedorf menjadi bintang di panel Fox. "Dia adalah pemain favorit dari pemain favorit Anda," tulis Jeff Rueter. Seedorf dinilai natural dalam menganalisis detail granular sebuah rangkaian permainan, lalu beralih mulus ke gambaran besar pertandingan. Pendekatannya disebut membuat setiap segmen menjadi lebih baik.
Di SBS Australia, Harry Kewell tampil sebagai analis yang thoughtful dan tajam. Mantan pemain Liverpool itu bahkan sempat membalas komentar meremehkan dari analis AS, Mike Grella, soal Australia. Pengalamannya sebagai pelatih di Inggris, Skotlandia, Jepang, dan Vietnam membuat analisisnya lebih segar dibandingkan sekadar nostalgia atau semangat kebangsaan.
Kejutan lain datang dari Kevin-Prince Boateng. Pemain kelahiran Jerman yang membela Ghana itu kini tinggal di Australia dan melatih tim nasional sepak bola enam lawan enam. Kehadirannya di panel SBS bersama Lydia Williams, Sarah Walsh, Tommy Oar, dan Kewell disebut membawa perspektif berbeda, meski artikel The Guardian tidak merinci lebih lanjut analisisnya.