TANGERANG — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih dalam tahap penanganan. Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada gangguan pada layanan pengangkutan sampah warga dengan menyiapkan lahan darurat seluas dua hektare.
"Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa.
Ribuan ton sampah yang biasanya masuk ke TPA Jatiwaringin kini dialihkan ke lokasi baru itu. Setelah proses pemadaman selesai, lahan darurat tersebut akan dikembalikan fungsinya dan dibersihkan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), area kebakaran yang berhasil dikendalikan mencapai 50 persen dari total lahan terdampak seluas 18 hektare. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyebutkan tingkat kebersihan area terdampak sudah mencapai 70 persen.
"Ini kemarin saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin," ujar Djohan.
Meski demikian, tim pemadam masih menghadapi tantangan berat. Kondisi angin kencang membuat api mudah menyebar. Material kompleks seperti plastik dan pecahan kaca (beling) di gunungan sampah menyulitkan petugas mencapai titik api di area tengah dan puncak.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses armada darat, Pemkab Tangerang mengandalkan helikopter water bombing dari BNPB yang telah beroperasi selama lima hari terakhir. Alat berat seperti buldoser dan ekskavator dikerahkan untuk mengais serta membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap.
Bupati Maesyal mengapresiasi kerja keras tim Manggala Agni yang mulai tiba di lokasi pada Rabu (1/7) malam dan langsung bekerja sejak pukul 06.00 WIB keesokan harinya. "Lokasinya itu fluktuasi, tidak ada yang datar, langsung naik. Jadi ini luar biasa dari Manggala Agni," tuturnya.
Di sisi lain, insiden kebakaran ini disebut mempercepat rencana strategis pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang. Pemkab telah berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menteri Koordinator Pangan untuk menjadikan TPA Jatiwaringin sebagai lokus proyek pengolahan sampah berbasis teknologi modern yang dikonversi menjadi energi listrik.
"Saya sudah beberapa kali rapat dengan gubernur, Menteri LH, juga Menko Pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang salah satu lokus yang akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah berbasis atau menjadi energi listrik," kata Bupati.
Setelah lahan darurat dua hektare tidak lagi digunakan, seluruh sampah akan diarahkan ke tempat pengolahan yang menyongsong proyek strategis tersebut.