BANTEN — Pekan lalu menjadi minggu yang sibuk bagi industri teknologi global. Dua raksasa, Sony dan Microsoft, mengambil langkah kontras terkait masa depan media fisik. Sony memutuskan untuk menutup lini produksi cakram Blu-ray untuk PlayStation, sementara Microsoft justru membuka peluang baru bagi pemilik Xbox yang masih memiliki koleksi game dalam bentuk cakram.
Keputusan Sony untuk menghentikan produksi cakram fisik PlayStation langsung menuai reksi dari komunitas gamer. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa era distribusi digital sudah tidak terelakkan. Namun, yang lebih mengejutkan adalah laporan bahwa Sony juga menghapus akses ke film-film yang sebelumnya sudah dibeli secara digital oleh pengguna.
Fenomena ini memicu kekhawatiran baru tentang kepemilikan konten digital. Jika konsumen membeli film atau game dalam format digital, mereka sebenarnya hanya memiliki lisensi, bukan kepemilikan penuh. Ketika platform memutuskan untuk menarik konten tersebut, konsumen tidak bisa berbuat banyak.
Sementara Sony menutup pintu ke media fisik, Microsoft justru membuka celah baru. Berdasarkan laporan yang beredar, Xbox tengah menjajaki program disc-to-digital yang memungkinkan pemilik game dalam bentuk cakram untuk mengonversinya menjadi lisensi digital. Program ini sebenarnya sudah dirintis sejak era Xbox One satu dekade lalu, namun baru kini menunjukkan tanda-tanda realisasi.
Microsoft belum mengambil keputusan final terkait program ini. Namun, dengan Sony yang mengambil langkah kontroversial, peluang bagi Xbox untuk menarik pengguna yang masih setia pada media fisik menjadi semakin terbuka. "Jika digital ownership under threat dan Sony membuat keputusan yang tidak populer, akan menjadi kerugian besar jika Xbox tidak memanfaatkan situasi ini," tulis laporan dari Windows Central.
Di sisi lain, Microsoft juga mengumumkan perpanjangan dukungan keamanan untuk Windows 10. Pengguna sistem operasi lawas ini kini memiliki waktu satu tahun tambahan untuk menerima patch keamanan, meskipun dukungan utama sudah berakhir. Langkah ini diambil untuk memberi waktu transisi bagi pengguna yang belum beralih ke Windows 11.
Namun, kabar baik untuk Windows 10 tidak berlaku bagi lini perangkat keras Surface. Microsoft resmi menghentikan produksi Surface Go dan Surface Laptop Go. Kedua perangkat entry-level ini pensiun tanpa penerus langsung, menandai perubahan strategi Microsoft di segmen laptop murah.
Dalam perkembangan lain, sebuah video bocor memperlihatkan tampilan awal dari Copilot OS, sistem operasi yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan asisten AI secara mendalam. Namun, Microsoft menegaskan bahwa sistem operasi ini tidak akan dirilis untuk konsumen umum. Copilot OS kemungkinan hanya akan digunakan untuk keperluan internal atau perangkat enterprise tertentu.
Bagi pengguna awam, ini berarti tidak perlu khawatir akan perubahan drastis pada antarmuka Windows dalam waktu dekat. Fokus Microsoft saat ini masih pada penyempurnaan Windows 11 dan integrasi fitur Copilot secara bertahap.
Bagi pengguna konsol dan PC di Indonesia, perubahan ini perlu dicermati. Jika Anda masih memiliki koleksi game PlayStation dalam bentuk cakram, sebaiknya segera pertimbangkan opsi digital sebelum produksi benar-benar berhenti. Sementara itu, pengguna Xbox yang masih setia pada media fisik bisa menunggu kepastian program disc-to-digital yang mungkin hadir dalam waktu dekat.
Untuk pengguna Windows 10, perpanjangan dukungan keamanan memberi kelonggaran, namun tetap disarankan untuk mulai merencanakan migrasi ke Windows 11 agar tidak kehilangan akses ke fitur dan patch terbaru.