BNPB Buka Jalur Khusus untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, 7 Hektare Terbakar

Penulis: Ramli Siregar  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10:01 WIB
BNPB membuat jalur khusus untuk memudahkan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang.

TANGERANG — BNPB mengoptimalkan operasi pemadaman darat di TPA Jatiwaringin dengan membuat jalan terobosan. Langkah ini memungkinkan kendaraan pemadam dan selang air menjangkau pusat kobaran api yang berada di puncak tumpukan sampah.

"Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang, Kamis.

Angin Kencang Jadi Hambatan Utama Pemadaman

Djohan Darmawan menjelaskan, kendala terbesar dalam proses pemadaman bukanlah luasnya area yang terbakar, melainkan kondisi angin yang bertiup kencang di lokasi. Angin membuat api cepat menyebar dan sulit dipadamkan.

"Kendalanya itu sebenarnya tinggal anginnya ini. Di lokasi ini sejak kemarin anginnya cukup kencang. Namun, saat ini sudah mulai melandai," ujarnya.

10 Unit Damkar Dikerahkan, Water Bombing Belum Maksimal

Untuk mempercepat penanganan, BNPB menambah armada pemadam kebakaran dari lintas sektor menjadi 10 unit. Selain itu, helikopter water bombing juga diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang tidak bisa dijangkau dari darat.

"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai satu jam. Jadi karena baru digeser, kita maksimalkan," kata Djohan Darmawan.

Dua helikopter pengebom air dijadwalkan kembali melakukan penyiraman pada sore hari untuk meminimalkan kobaran api yang masih tersisa di puncak tumpukan sampah.

Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Warga Dilarang Dekati Lokasi

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan, pihaknya telah meningkatkan status penanggulangan kebakaran dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi bersama BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait.

"Jadi lokasi kebakaran ini tidak satu hamparan, tetapi per titik. Saat ini yang terbakar kurang lebih mencapai tujuh hektare. Dan untuk masyarakat jangan mendekat, karena ini berbahaya," ujar Maesyal Rasyid.

Bupati mengimbau warga sekitar tidak mendekati lokasi TPA, terutama untuk menyaksikan proses water bombing. Sebaran asap yang sebelumnya menyelimuti kawasan TPA mulai menipis dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top